Bagaimana menenangkan Anak Anda setelah mengalami Mimpi Burukimpi buruk dan teror pada malam hari akan sama menakutkannya baik bagi anak kecil maupun orang dewasa, terutama jika hal itu terjadi agak sering. Mimpi buruk umumnya terjadi saat kita tidur pada fase yang dikenal sebagai fase  REM (Rapid Eye Movement). Lamanya

dapat bervariasi dan biasanya anak Anda tidak akan lupa isi dari mimpi buruknya itu.

Di sisi lain, teror pada malam hari biasanya terjadi sekitar satu atau dua jam setelah anak Anda tertidur dan dapat berlangsung selama beberapa saat hingga satu jam. Teror pada malam hari umumnya terjadi selama fase tidur non-REM. Pada proses ini meskipun mata anak Anda terbuka lebar, namun sesungguhnya ia tetap sepenuhnya tertidur selama proses ini. Ketika ia terbangun dari tidurnya, maka ia tidak akan ingat tentang kejadian teror malam hari yang dialaminya.

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat anak Anda tenang dan nyaman sebelum pergi tidur dan jika ia terbangun akibat salah satu kejadian ini. Pastikan situasi sebelum tidur suasananya tenang, sepi, dan rileks bagi siapa saja. Anak perlu mendengarkan suara orang tuanya yang akan memberikannya rasa tenang, jadi berbicaralah dengan lembut pada anak Anda sebelum ia tertidur. Atau mungkin Anda dapat dengan lembut menyanyikan lagu nina bobo atau menceritakan sebuah cerita pendek. Ini juga akan memberikan manfaat dan pengaruh yang baik saat ia bangun dari tidurnya. Sangat penting bagi ibu dan ayahnya untuk tetap tenang. Jika Anda dalam keadaan emosi/tegang, anak Anda akan dapat merasakannya dan akan menjadi lebih sulit lagi bagi Anda untuk menenangkannya kembali.

Pastikan juga bahwa Anda dapat mendengar dengan jelas saat anak/bayi Anda menangis di malam hari. Monitor bayi akan sangat berguna untuk situasi seperti ini. Sangat penting bagi Anda untuk segera memeriksa anak/ bayi Anda agar dapat membujuk dan menenangkannya. Jika anak/ bayi Anda  menangis, jangan dibangunkan, jika ia tidak terbangun dengan sendirinya. Tetaplah  bersamanya untuk memastikan bahwa ia dapat kembali tidur dengan tenang, atau sebaliknya tunggulah hingga ia benar-benar terbangun.

Namun harap diperhatikan, jangan biarkan ia kemudian tidur bersama Anda setelah mimpi buruk tersebut karena ini akan memberi dampak yang kurang baik bagi si anak dan membuatnya berpikir negatif dan takut terhadap tempat tidur dan kamarnya sendiri. Jika hal sudah ini menjadi suatu kebiasaan, maka akan sulit untuk menghilangkannya.