Tentang kesehatan

Perbedaan Antara Penyakit Jantung Pada Pria Dengan WanitaPenyakit jantung merupakan masalah yang terus tumbuh dan berkembang di dunia karena banyak orang yang keliru dalam mengatasi stres yang muncul di dunia yang serba cepat ini dengan gizi yang buruk, kurang tidur dan kurang berolahraga. Ini adalah pembunuh terdepan dan serangan jantung adalah tanda yang paling terlihat yang menunjukkan adanya penyakit jantung.

Penyakit jantung pada pria memiliki tanda-tanda dan gejala yang berbeda dengan penyakit jantung pada wanita. Keduanya dapat mengalami gejala atipikal atau gejala-gejala yang tidak dianggap sebagai tipikal. Tanda-tanda klasik dari serangan jantung adalah

rasa nyeri di dada, lengan kiri, nyeri epigastrik yang membuat jantung laksana terbakar, rasa nyeri yang meremas-remas dada dan bahkan rasa nyeri di perut. Penderitanya juga bisa mengalami sesak napas, nyeri pada rahang, mual, menggigil, berkeringat, atau kulit yang dingin dan lembap. Tidak semua gejala ini terjadi dalam setiap serangan jantung, jadi jika Anda mengalami salah satu dari gejala-gejala di atas yang tidak hilang dalam 1 atau 2 menit pergilah segera ke rumah sakit terdekat untuk melakukan evaluasi.

Semua dokter akan mengatakan bahwa Anda tidak perlu malu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan evaluasi karena nyeri dada atau adanya kemungkinan terjadi serangan jantung. Dokter akan lebih suka Anda ternyata sehat-sehat saja setelah melakukan pemeriksaan daripada Anda meninggal terkena serangan jantung karena Anda malu untuk pergi ke rumah sakit.

Penyakit jantung atipikal pada pria dan wanita dapat mencakup gejala-gejala seperti nyeri di punggung bagian atas, perut, lengan kanan, atau munculnya perasaan bahwa ada sesuatu yang salah (disebut malaise umum). Pria dan wanita dapat memiliki tanda-tanda dan gejala atipikal ini tetapi lebih sering dialami oleh wanita daripada pria.

Dalam sebuah penelitian terbaru terhadap korban serangan jantung, para peneliti menemukan bahwa para pria melaporkan ketidaknyamanan yang dirasakan pada sisi tubuh bagian kanan 4,7 kali lebih banyak daripada wanita dan para wanita mengeluhkan ketidaknyamanan pada tenggorokan 12 kali lebih banyak. Para pria mengeluhkan perasaan  yang tidak nyaman ketika muntah 3,9 kali lebih besar daripada wanita. Para peneliti juga menemukan bahwa pria mampu mengenali gejala-gejala yang dialaminya adalah serangan jantung lima kali lebih banyak dibanding wanita.

Pria rata-rata menunggu tiga jam sebelum pergi ke rumah sakit sementara wanita menunggu empat jam. Tentu saja hal ini sangat berbahaya dan juga akan mengurangi jumlah pilihan yang tersedia untuk mengobati serangan jantung setelah mereka tiba di rumah sakit. Ada perlakukan medis yang harus dimulai dalam waktu satu atau dua jam setelah orang merasakan gejalanya agar pengobatan yang dilakukan berjalan dengan baik dan untuk mengurangi kemungkinan dilakukan operasi lagi di saat-saat berikutnya. CDC melaporkan bahwa pada tahun 1999 hampir setengah dari kematian akibat serangan jantung terjadi sebelum pasien tiba di rumah sakit untuk menjalani perawatan karena mereka menunda untuk pergi ke rumah sakit.

Di masa lalu telah terjadi bias gender yang signifikan terhadap para wanita ketika dokter mengevaluasi orang yang memiliki penyakit jantung dan terkena serangan jantung. Studi yang dilakukan oleh para peneliti lebih banyak dilakukan pada pria, yang membuat para dokter kekurangan informasi untuk memperlakukan pasien wanita dengan tepat. Seringkali, dokter dan pasien percaya bahwa nyeri dada pada wanita bukan disebabkan oleh masalah jantung yang akhirnya terjadi salah penafsiran terhadap kondisi tersebut.

Konsep tentang penyakit jantung pada pria dan wanita juga mencakup alasan mengapa orang menunda pengobatan. Para wanita cenderung untuk menghindari atau menunda perawatan medis karena mereka menolak atau tidak menyadari bahwa gejala yang mereka rasakan adalah gejala serangan jantung.

Wanita juga memiliki kecenderungan terkena serangan jantung di kemudian hari dibanding pria jika ada kondisi-kondisi medis yang merupakan faktor-faktor yang berkontribusi tehadap terjadinya serangan jantung seperti arthritis, osteoporosis dan diabetes. Karena sebagian besar penelitian di masa lalu dilakukan pada pria, beberapa tes dan prosedur diagnostik mungkin tidak akurat jika diterapkan pada wanita. Beberapa dokter mungkin menghindari untuk menggunakan prosedur yang menunda diagnosis dari proses penyakit yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Misalnya, tes exercise stress mungkin kurang akurat pada wanita dan dapat memberikan hasil yang positif padahal tidak benar. Para wanita umumnya memiliki proses penyakit pembuluh darah dan hal ini tidak ada di dalam tes exercise stress.

Perbedaan antara penyakit jantung yang dimiliki oleh pria dengan wanita memiliki implikasi terhadap diagnosis dan pengobatan yang dilakukan untuk para wanita. Tetapi pendidikan telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini telah memperbaiki perlakuan terhadap wanita yang terkena penyakit jantung.

Comments (0)

There are no comments posted here yet

Leave your comments

  1. Posting comment as a guest. Sign up or login to your account.
Attachments (0 / 3)
Share Your Location