Tentang kesehatan

Faktor-Faktor yang Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung KoronerPenyakit jantung koroner secara harfiah berarti penyakit yang ada di dalam pembuluh darah koroner yang mensuplai oksigen pada jantung. Ketika seseorang mengalami penyakit jantung koroner, mereka mungkin memiliki beberapa tanda dan gejala. Tetapi sebelum gejala-gejala tersebut muncul, Anda harus mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner telah menjadi topik dari

beberapa studi selama bertahun-tahun. Jika kita telah memiliki pengetahuan yang lebih luas tentang faktor risikonya, kita dapat mengurangi risiko dari penyakit jantung dan menemukan cara-cara yang lebih tepat untuk mengobatinya.

Beberapa studi klinis telah menemukan faktor apa saja yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Ada beberapa faktor risiko utama  yang cukup berarti dan dan memiliki prevalensi tetapi tidak mempunyai hubungan yang kuat terhadap perkembangan penyakit jantung.

Ada beberapa penyebab atau faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti jenis kelamin, bertambahnya usia atau ras. Lebih dari 83 persen orang yang meninggal karena jantung koroner berusia di atas 65 tahun. Pria memiliki risiko yang lebih besar daripada wanita dan terserang penyakit ini dalam usia yang lebih muda. Orang Amerika keturunan Afrika lebih banyak memiliki tekanan darah tinggi dan berisiko tinggi terkena penyakit jantung daripada orang kulit putih. Penyakit jantung juga berisiko lebih tinggi pada orang-orang Amerika keturunan Meksiko, Indian, orang Hawaii asli dan beberapa keturunan Asia.

Selain faktor yang tidak bisa diubah, faktor apa saja yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner? Ada beberapa faktor risiko utama yang dapat Anda ubah atau Anda kendalikan dengan mengubah gaya hidup Anda. Asap tembakau merupakan faktor risiko besar yang bisa dihilangkan jika Anda berhenti merokok. Perokok memiliki resiko 2-4 kali lebih besar terkena penyakit jantung dibanding non-perokok.

Faktor risiko lain yang dapat dikendalikan atau diubah adalah kolesterol darah yang tinggi. Jika kolesterol Anda naik, risiko terkena penyakit jantung koroner juga naik. Meskipun kolesterol dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin dan faktor keturunan, hal itu dapat dikontrol dengan diet dan olahraga.

Tekanan darah Anda akan meningkatkan beban kerja jantung dan menyebabkan otot jantung menjadi tebal dan kaku. Hal ini meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung kongestif.

Faktor apa lagi yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang juga dapat diubah? Tingkat aktivitas fisik merupakan faktor yang dapat digunakan untuk memprediksi besar kecilnya risiko terkena penyakit jantung. Aktivitas fisik yang kecil akan meningkatkan risiko, sedangkan aktivitas fisik yang sedang sampai berat akan mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah. Aktivitas fisik juga dapat membantu mengendalikan berat badan, kolesterol, diabetes dan menurunkan tekanan darah.

Meskipun Diabetes Melitus tidak sepenuhnya dapat dicegah, tetapi sebenarnya masih dapat dikendalikan. Orang yang terkena diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan stroke, terutama jika gula darahnya tidak terkontrol. Diabetes dapat dikontrol dengan baik melalui olahraga dan pemberian nutrisi yang seimbang.

Stres merupakan faktor lain yang berkontribusi terhadap penyakit jantung koroner. Hubungannya sudah jelas dan pasti. Namun, alasan mengapa hubungan ini eksis masih belum jelas. Mungkin hal ini terjadi karena orang yang mengalami stres berat juga cenderung makan berlebihan, merokok dan minum alkohol. Atau mungkin juga stres dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Alasannya mungkin tidak begitu jelas, tetapi para dokter yakin bahwa dengan menurunkan tingkat stres, Anda juga akan mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Ada faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap pertanyaan "Faktor apa yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner?" dan ilmuwan melanjutkannya dengan meneliti faktor-faktor tersebut. Saat ini para peneliti sedang mempelajari efek-efek dari protein C-reaktif, homosistein, fibrinogen dan lipoprotein terhadap perkembangan penyakit jantung. Terobosan dalam penelitian tersebut mengarah pada terbentuknya tindakan pencegahan yang lebih baik dan beberapa pilihan pengobatan yang lebih baik bagi pasien yang sudah menderita penyakit jantung koroner.

 

Comments (0)

There are no comments posted here yet

Leave your comments

  1. Posting comment as a guest. Sign up or login to your account.
Attachments (0 / 3)
Share Your Location