Gejala Osteoporosis yang Tidak Anda Ketahuipakah ada wanita lanjut usia di keluarga Anda yang mengonsumsi obat bisphosphonate seperti Fosamax atau Boniva? Sekitar lima tahun yang lalu obat-obat tersebut banyak ditemukan. Setiap orang yang mempunyai gejala osteoporisis akan disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut. Diharapkan obat tersebut membuat tubuh berhenti menyerap kembali mineral-mineral yang diperlukan tulang dan

membuat tulang pada wanita yang telah lanjut usia lebih padat dan tebal daripada tulang wanita pada umumnya. Tetapi terdapat beberapa perbedaan pendapat tentang kepadatan tulang setelah mengonsumsi obat tersebut. Sekarang ini obat-obat tersebut telah populer untuk para wanita lanjut usia yang mempunyai gejala osteoporosis. Dan mulailah dijelaskan bahwa perbedaan pendapat tersebut mempunyai banyak arti.

Cedera yang terjadi pada awalnya akan sangat aneh. Para wanita bisa mengalami tulang retak pada bagian femur (tulang paha). Mereka mengatakan bahwa mereka hanya berdiri atau hanya berjalan, ketika tiba-tiba tulang paha mereka patah menjadi dua. Tulang tersebut keluar begitu saja. Beberapa wanita bisa mengalami tulang patah dalam waktu yang bersamaan. Kemudian ketika kaki mereka dibalut gips, atau kaki mereka disambung kembali menggunakan logam, mereka akan membutuhkan banyak waktu untuk sembuh, bahkan bisa sampai berbulan-bulan.

Mula-mula dokter akan dibuat bingung dengan bagaimana hal ini tidak kelihatan seperti gejala osteoporosis yang biasa terjadi. Sampai mereka menemukan bahwa hampir semua wanita mengonsumsi bisphosphonate. Masalahnya adalah bisphosponat yang mereka konsumsi mencegah tubuh dalam menyerap mineral dalam tulang. Padahal seharusnya obat-obat tersebut membuat tulang menjadi kuat. Tetapi saat bagian dari sistem tersebut berhenti, tubuh tidak tahu apa yang bisa dilakukan terhadap tulang. Retakan kecil misalnya, merupakan fenomena alami. Kita semua bisa saja mengalami retakan kecil yang bisa diperbaiki oleh tubuh kita sendiri. Ketika proses perbaikan tulang diganggu oleh sistem tubuh yang tidak tahu bagaimana cara mengatasi retakan kecil tersebut, maka tubuh hanya membiarkannya saja hal itu terjadi. Sampai pada suatu saat, retakan tersebut terus bertambah.

Penelitian menemukan bahwa jika Anda mengalami gejala-gejala osteoporosis dan Anda mengonsumsi bisphosphonat, maka tulang Anda akan dua kali lebih kuat dari pada wanita yang tidak mengonsumsi obat tersebut yang mengalami retakan tulang paha. Jadi apa yang sebaiknya dokter dan pasien wanita yang mengalami gejala osteoporosis lakukan? Dokter yang akan menentukan, apakah wanita tersebut masih perlu mengonsumsinya? Sekarang ini para ilmuwan merasa walaupun terdapat sesuatu yang membuat Anda mempunyai risiko tulang retak yang tinggi, Anda sebaiknya tidak perlu khawatir. Tetapi Anda sebaiknya tetap selalu mencari informasi sebanyak-banyaknya.

 

Comments (0)

There are no comments posted here yet

Leave your comments

  1. Posting comment as a guest. Sign up or login to your account.
Attachments (0 / 3)
Share Your Location