Tentang kesehatan

nutrisi & olahraga pd jaman dahuluPercaya atau tidak, nutrisi dan olahraga telah menjadi bagian dari kehidupan dan budaya manusia sejak awal jaman. Tentu saja, jenis olahraga yang dilakukan adalah olahraga yang sekarang kita kenal dengan nama atletik. Atletik pada jaman dahulu adalah bagian dari kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup, baik untuk mengumpulkan makanan atau melindungi keluarganya dari bahaya fisik.

Bagi seorang manusia gua yang tidak tahu apa-apa tentang

seni bela diri, sebatang tulang yang kuat dari sisa makanannya dapat digunakan sebagai senjata untuk melawan binatang liar. Sisa-sisa tulang ini, yang dirangkai dengan kepingan batu yang tajam, digunakan untuk berburu. Akhirnya, kegiatan rutin dalam berburu ini berkembang menjadi beberapa bentuk kegiatan fisik, tanpa melibatkan terlalu banyak kebutuhan untuk berburu.

Kemudian lahirlah atletik. Atletik akhirnya berkembang menjadi kontes kekuatan, kecepatan, dan banyak keterampilan lain. Atletik berkembang menjadi berbagai macam olahraga, dari kontes yang sederhana berkembang menjadi berbagai bentuk aktivitas fisik yang lebih rumit, dan kebutuhan dasar manusia dalam hal makanan, akhirnya diwujudkan dalam bentuk nutrisi untuk mendukung kegiatan olahraga yang mereka lakukan.

Sejak jaman dulu, atletik atau olahraga tidak pernah menjadi monopoli kaum laki-laki. Dalam permainan Heraen di jaman Yunani Kuno misalnya, para wanita berlomba lari untuk menghormati dewi Hera. Orang Mesir melakukan senam akrobatik yang berkaitan dengan aktivitas di kuil mereka. Olahraga dansa yang ada pada jaman sekarang adalah evolusi dari tarian agama yang dilakukan di kuil pada jaman kuno dulu.

Pada jaman Yunani kuno, olahraga mendapat kehormatan dan dianggap menjadi sebuah bentuk seni. Hal itu akhirnya diwujudkan dalam bentuk olimpiade yang tetap berlangsung hingga saat ini. Orang Yunani tampaknya juga tahu bahwa nutrisi dan olahraga adalah dua faktor penting dalam setiap latihan fisik. Bahkan sampai saat ini, orang Yunani memiliki jenis makanan khusus untuk atlet mereka.

Pola nutrisi pada jaman Yunani kuno

Dalam dunia Mediterania, khususnya Yunani, sumber daging yang paling umum adalah kambing, dan kadang-kadang daging sapi dari sapi yang dikorbankan. Seperti juga pada jaman modern, susu dianggap sebagai suatu keharusan dalam makanan, terutama untuk para atlet. Gizi dan olahraga bagi orang-orang Yunani kuno juga berarti mengonsumsi sumber protein lain, seperti ikan, yang memang banyak terdapat di laut Mediterania. Unggas juga merupakan bagian dari menu makanan bagi orang Yunani kuno.

Sayuran dan Karbohidrat juga dianggap sebagai elemen penting bagi orang-orang pada jaman dahulu. Bahkan di antara para prajurit dari Kekaisaran Romawi, diet yang seimbang adalah hal yang vital untuk mempertahankan kekuatan mereka, baik di medan perang atau saat mereka sedang latihan.

Alexander Agung telah menemukan nilai gizi dari bawang yang diperolehnya dari Mesir, lalu membawa beberapa spesimen yang kemudian ditanam dan dibudidayakan di bagian lain dari wilayah kekaisarannya. Bangsa Romawi, sama seperti orang Yunani, menggunakan kubis tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai penawar bagi tentara mereka yang mabuk. Sayuran yang dikonsumsi dan dibudidayakan pada periode ini diantaranya adalah bit, lobak, dan artichoke.

Diet para atlet kuno

Sama seperti situasi pada saat ini, pada jaman dulu pelatih juga sangat dihormati oleh masyarakat dan para atlet yang dilatihnya. Mereka tidak hanya melatih atlet mereka, tetapi juga terlibat langsung dalam persiapan makanan untuk mengisi tenaga atlet mereka. Nutrisi dan dan olahraga tampaknya telah menjadi sebuah konsep yang tidak pernah hilang sejak jaman dahulu. Dari makanan sehari-hari yang dikonsumsi oleh para atlet kuno seperti keju, buah ara, dan kue, jelas kelihatan sekali upaya dari para pelatih kuno untuk terus mengembangkan makanan khusus untuk atlet mereka agar prestasinya menjadi lebih baik.

Meskipun pada awalnya daging tidak dikonsumsi dalam jumlah besar oleh para atlet, diketahui kemudian bahwa atlet yang diberi daging secara teratur sebagai sumber protein, memiliki kekuatan yang lebih tahan lama. Hal itu terjadi pada abad kelima sebelum masehi, ketika akhirnya daging menjadi kegemaran para atlet kuno.

Pada masa itu, Slymphalos, seorang juara Olimpiade dalam lomba lari jarak jauh, memperkenalkan menu daging untuk membantu atlet dalam latihan. Itu adalah sejarah awal tentang pentingnya memperhatikan gizi olahraga secara sistematis bagi para atlet profesional. Milo dari Croton, yang memenangkan lima penghargaan Olimpiade pada tahun 536-520 SM, telah menghabiskan 9 kilogram daging selama periode latihan yang dia lakukan.

 

 

Comments (0)

There are no comments posted here yet

Leave your comments

  1. Posting comment as a guest. Sign up or login to your account.
Attachments (0 / 3)
Share Your Location