Ikan salmon cxap=M]inyak ikan memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai suplemen gizi. Hal ini umumnya berasal dari minyak yang berasal dari jaringan ikan yang berminyak. Ada banyak sumber ikan

bagi dunia untuk mendapat pasokan minyak ikan darinya. Namun sekitar 50 persen dari seluruh produksi minyak ikan di dunia berasal dari salmon ternak.

Sumber Minyak Ikan

Minyak ikan umumnya berasal dari salmon yang diternak. Ada kalanya minyak ikan juga dapat berasal dari ikan berlemak lainnya terutama ikan kembung, ikan forel danau, ikan sebelah bundar dan ikan tuna. Tetapi jenis ikan tersebut dikenal sebagai pemangsa. Dan karena, ikan-ikan ini menghadapi resiko akumulasi zat beracun tertentu seperti merkuri, dioksin dan PCB. Untuk menghindari hal ini dan untuk memiliki sumber minyak ikan yang diketahui sebersih mungkin, salmon ternak adalah pilihan terbaik.

Manfaat Minyak Ikan

Salah satu hal mengapa minyak ikan telah menjadi suplemen gizi yang cukup populer di seluruh dunia adalah karena sangat kaya akan asam lemak Omega-3, asam eikosapentaenoik (EPA) dan asam dokosaheksaenoik. Senyawa ini dikatakan dapat membantu mengurangi resiko penyakit jantung koroner. Ada juga penelitian yang mengatakan bahwa nutrisi ini juga memiliki sifat anti-kanker serta dapat membantu dalam kasus-kasus tertentu dari depresi.

Produksi Minyak Ikan

Produksi minyak ikan dibagi di antara sejumlah negara. Tapi telah terlihat bahwa terjadi penurunan substansial dalam pasokan minyak ikan total, terutama karena penurunan yang dialami oleh banyak negara-negara tersebut. Negara-negara seperti Peru, Chile, Denmark, Islandia dan Norwegia dikenal sebagai lima negara utama pengekspor minyak ikan.

Efek Samping

Disamping berbagai keuntungan yang ditawarkan minyak ikan sebagai suplemen, ahli medis masih menyarankan untuk berhati-hati dalam penggunaannya yang berlebihan. Ada studi yang menunjukkan risiko tertentu yang berkaitan dengan minyak ikan. Dalam beberapa penelitian, ditemukan beberapa risiko yang dicurigai oleh para peneliti dalam penggunaan asam lemak EPA dan DHA dalam minyak ikan.

Penggunaan berlebih EPA dan DHA, yang ditentukan lebih dari tiga gram sehari, diketahui dapat meningkatkan resiko perdarahan, terutama pada orang yang juga mengonsumsi aspirin atau warfarin. Tetapi penelitian lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menentukan apakah EPA dan DHA yang menyebabkan risiko tersebut. Asupan dosis yang ekstrim dari minyak ikan juga dikaitkan dengan risiko lebih tinggi untuk mengalami stroke hemoragik (stroke akibat perdarahan). Pada beberapa individu, konsumsi minyak ikan juga dapat mempengaruhi tingkat kolesterol LDL.

Risiko jantung

Karena minyak ikan masih dianggap sebagai lemak, orang dengan kondisi terlalu banyak lemak dalam sistem tubuh mereka juga harus berhati-hati dalam mengkonsumsi minyak ikan sebagai suplemen. Penelitian terbaru tampaknya memberikan hasil yang berbeda ketika memperlihatkan bagaimana asam lemak dalam minyak ikan mempengaruhi orang-orang yang mungkin menderita penyakit jantung atau stroke.

Karena belum adanya penelitian yang definitif/pasti, pasien diperingatkan untuk tidak mengambil minyak ikan tanpa rekomendasi dari dokter mereka. Orang dengan masalah jantung tertentu atau riwayat penyakit jantung harus terlebih dahulu membicarakan dengan dokter mereka tentang keamanan untuk mengonsumsi suplemen minyak ikan.

Comments (0)

There are no comments posted here yet

Leave your comments

  1. Posting comment as a guest. Sign up or login to your account.
Attachments (0 / 3)
Share Your Location