Tentang kesehatan

Gulaakan terlalu banyak gula tidak sehat untuk Anda. Banyak orang sependapat dengan hal ini. Namun, kita masih mendapatkan terlalu banyak gula dalam makanan kita. Mengapa?

Jika Anda pernah membaca label makanan maka Anda tahu bagaimana membingungkannya. Setelah Anda membaca kandungan bahan sederhana

seperti susu, jagung, air, dan keju, selanjutnya mulai terasa kurang meyakinkan. Bagaimana cara Anda membaca label?

Gula adalah karbohidrat. Ia disebut karbohidrat sederhana karena lebih mudah dimetabolisme. Gula tidak memerlukan ekstra energi untuk dipecah. Bahkan, jika Anda makan penganan manis, gula darah Anda akan segera meningkat. Anda mendapatkan energi selama sekitar tiga puluh menit dan kemudian merasa seperti mau tenggelam ke lantai (lemah sekali.)

Gula juga digunakan untuk mengawetkan makanan. Anda biasanya memikirkan garam sebagai pengawet, tapi gula juga digunakan dalam makanan olahan dalam bentuk lain. Jika Anda melihat kata gula pada label, Anda mungkin berpikir dua kali untuk menggunakan produk tersebut. Tapi, jika kata lain yang digunakan untuk menyebut gula, dapat lebih sulit untuk membedakannya.

Mulailah dengan melihat pada hitungan karbohidrat pada label nutrisi. Dalam karbohidrat Anda akan melihat pengukuran karbohidrat total dan kemudian rincian jumlah gula dan serat. Jika jumlah gula adalah sama banyak dari jumlah karbohidrat maka makanan tersebut mengandung lebih banyak gula.

Sekarang, lihat daftar bahan. Gula memiliki banyak nama ilmiah. Makanan yang berakhir OSEI atau ASEI mengandung gula. Zat seperti fruktosa, maltosa dan sukrosa adalah nama dagang untuk gula. Juga cari nama bahan manis seperti molasses, sirup (dari jenis apapun), Agave nektar dan gula tebu.

Beberapa makanan memiliki gula alami. Jika makanan mengandung stroberi, label akan mencantumkan stroberi dalam daftar. Stroberi memiliki gula alami dan tidak didaftar secara terpisah karena merupakan bagian dari buah.

Ada juga gula alkohol seperti sorbitol dan xylitol. Mereka terdiri dari kelompok gula dan alkohol dalam bentuk kimia buatan. Sorbitol dan xylitol memiliki kalori lebih sedikit dan tidak berdampak banyak pada gula darah Anda. Xylitol digunakan dalam permen karet, bukan pemanis lainnya yang dapat menyebabkan efek samping. Tapi, Anda perlu mencatat jumlah gula alkohol dalam makanan Anda. Karena sorbitol dan xylitol tidak sepenuhnya diserap oleh tubuh, kelebihan bahan tersebut dapat menyebabkan diare atau kembung.

Juga, bahan pada label makanan seharusnya tercantum dalam bentuk prosentase dari jumlah makanan itu. Jika bentuk lain dari gula ini muncul di daftar bagian atas, maka porsi kalori mereka lebih besar dari yang mungkin tertulis di bagian depan kemasan.

Jika Anda mencoba untuk mengurangi asupan gula Anda, baca label makanan. Anda mungkin akan mendapatkan lebih dari yang Anda bayarkan.