Penyebab dan Penyembuh Mendengkur

Penyebab dan Penyembuh Mendengkuruara mendengkur bisa terjadi karena ada bagian terlipat di bagian belakang mulut kita yang menjadi rileks saat kita tidur. Setelah bagian ini berada dalam keadaan santai, aliran udara akan mendorongnya untuk berputar karena posisinya yang menggantung dengan longgar dan berada paling dekat dengan tenggorokan. Karena struktur ini, kemudian bagian tersebut akan saling

membentur satu sama lain ketika udara lewat, dan kemudian menyebabkan getaran dan menimbulkan suara.

Orang yang terganggu oleh kondisi ini dipengaruhi oleh salah satu penyebab berikut:

Kelebihan struktur berdaging di tenggorokan-semakin banyak jaringan yang berbenturan, semakin memungkinkan terjadinya dengkuran. Hal ini menjelaskan mengapa orang mendengkur ketika mereka memiliki amandel atau kelenjar gondok yang tidak normal. Di sisi lain, orang yang kegemukan memiliki leher yang lebih besar yang mempersempit saluran udara, dan pada saat yang sama menambahkan hambatan karena adanya kelebihan jaringan. Meskipun jarang, kista dan tumor juga bisa menyebabkan mendengkur secara langsung.

Beberapa orang memiliki uvula dan langit-langit lunak yang sangat panjang. Otot-otot ini dapat menjuntai ketika seseorang bernafas. Bagian ini menjadi katup bergerak dan menghalangi saluran udara normal melalui tenggorokan. Gangguan dalam rongga hidung juga dapat menghambat pergerakan udara dari hidung ke paru-paru. Jika orang tersebut mengalami hidung tersumbat, Ia sangat disarankan untuk bernapas ekstra keras agar menciptakan kekosongan di tenggorokan. Bagian-bagian yang menggantung secara longgar di bagian saluran pernapasan ini adalah sumber gerakan yang berlebihan. Meskipun dalam keadaan normal seseorang tidak mendengkur, kemungkinan tinggi dia akan mendengkur selama musim hay fever. Oleh karenanya, banyak orang mengeluhkan dengkuran hanya ketika mereka pilek.

Masalah dengan konstruksi hidung, nasal septum, atau tulang yang mendasari jembatan dalam hidung yang memisahkan satu lubang hidung dari lubang lainnya, bagian ini juga dapat memiliki kelainan yang dapat menyebabkan rintangan pada aliran udara.

Pernapasan mulut juga bisa langsung mengakibatkan mendengkur. Setelah rahang turun saat kita tidur, akan terbentuk ruang yang memungkinkan lidah untuk jatuh kembali ke tenggorokan. Sekali lagi, ini akan menciptakan rintangan yang akan menimbulkan getaran, sehingga menyebabkan dengkuran. Dengan melihat apa yang kami sebutkan diatas, kami menyarankan bahwa pengobatan dapat dilakukan ketika salah satu dari penyebabnya langsung dilawan. Katakanlah untuk kelebihan jaringan di tenggorokan, cara yang terbaik adalah untuk menghilangkan jaringan yang menyebabkan penyumbatan. Hal ini dapat dilakukan melalui operasi atau melalui penurunan berat badan.

Ada banyak teknik yang digunakan untuk operasi menghilangkan jaringan yang tidak diinginkan. Beberapa dari teknik tersebut sebenarnya mengikis jaringan yang tidak diinginkan, sedangkan ada juga yang memungkinkan disintegrasi yang dibantu listrik pada otot tersebut agar kemudian diserap kembali oleh tubuh. Sedangkan untuk penurunan berat badan, ada berbagai metode untuk menghilangkan beberapa kilogram. Hanya saja, orang tersebut harus mengikuti latihan yang komprehensif atau rencana diet yang paling sesuai dengan kondisinya. Pembedahan juga bisa dilakukan ketika penyebab utama mendengkur adalah septum hidung yang menyimpang. Pilihan penyembuhan ini tentu saja memerlukan pemeriksaan hati-hati dan keputusan yang kuat.


Sedangkan untuk masalah bernafas melalui mulut, pengobatan yang terbaik adalah dengan beralih ke pernapasan hidung. Banyak latihan yang telah dirancang untuk melakukan ini,  dan banyak pula alat bantu untuk berhenti mendengkur yang mendorong pergeseran pernapasan. Masalah pada jalur hidung sedikit lebih rumit untuk disembuhkan. Ada berbagai alat bantu untuk menghentikan dengkuran yang bertujuan untuk memaksimalkan ukuran lubang hidung melalui penggunaan klip dan tali untuk memudahkan pernapasan yang lebih baik.