Pola Makan yang Baik untuk Mengurangi Kolesterolames baru saja menjalani tes darah sebagai salah satu bagian dalam proses pemeriksaan fisik yang rutin diadakan setiap tahun. Ia adalah seorang yang jarang berolahraga dan gemar sekali makan. Namun hasil pemeriksaan ini akan dapat merubah kebiasaannya tersebut.

Hasil yang keluar menyatakan bahwa kadar LDL atau biasa dikenal sebagai kolesterol jahat (bad cholesterol) yang terdapat di tubuhnya sangatlah tinggi dibandingkan kolesterol baik (good cholesterol). Dokter yang memeriksa memberitahunya jika

tidak segera dilakukan perubahan gaya hidup dan pola makan, James berpotensi terserang tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke.

Sebagai ayah dari dua orang anak, James harus menanggapi serius mengenai situasi yang dialaminya saat ini. Ia harus tetap dapat hidup sehat sehingga dapat terus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

James bekerja dua kali seminggu. Dokter menyarankannya untuk mengambil porsi yang lebih banyak lagi, misalnya bekerja empat kali dalam seminggu dan mengikuti aktivitas lain yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darahnya.

Tidaklah berguna melakukan banyak kegiatan tanpa dibarengi dengan perubahan pola dan jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh. Dokter memberitahu James untuk mengubah pola makan yang selama ini dijalani. Latihan, kegiatan, dan pekerjaan tidak akan mengubah apapun jika asupan makanan yang menyebabkan kolesterol tetap dikonsumsi olehnya.

Dokter menganjurkan James untuk mendatangi seorang penata atau ahli diet. Keduanya terlibat pembicaraan yang cukup panjang mengenai makanan apa yang bersifat jahat terhadap tubuh sehingga harus dihentikan pengkonsumsiannya. Makanan-makanan tersebut harus digantikan oleh jenis makanan lain yang lebih sehat dan dapat menurunkan kadar kolesterol.

Rencana yang tersusun nampaknya sangat sederhana. James harus mengkonsumsi makanan rendah lemak dan menghindari makanan yang kaya akan karbohidrat. Ia juga harus sarapan dengan kuning telur yang sudah dipisahkan dari putih telurnya.

Daripada minum kopi di pagi hari, pengganti yang pas adalah dengan meminum teh tanpa gula. Ada saat-saat tertentu James akan mengkonsumsi sereal bersama kedua anaknya, namun susu pada sereal yang dikonsumsi James merupakan susu tanpa lemak.

Untuk pola makan siang, ayam boleh dimakan namun tanpa kulit. Porsi steak harus dikurangi dan dikombinasikan dengan sayuran yang banyak serta makanan pendamping lainnya.

Memang butuh waktu untuk menyesuaikan dengan aturan-aturan dan pola hidup yang baru. Orang seperti James yang baru mengalami hal ini akan merasakan lapar menjelang petang. Mengkonsumsi wortel atau sebuah apel merupakan solusi yang sangat tepat dibandingkan dengan donat yang memiliki kadar gula tinggi.

Daripada minum cola sebagai pendamping snack, alangkah baiknya ketika diganti dengan air putih biasa atau jus buah asli.

Program ini berlanjut hingga makan malam. Menu makan malam dapat berupa ikan, pasta, dan beberapa makanan pendamping. Orang ini akan tidur selama enam hingga delapan jam setelah makan, dan kegiatan harian berakhir di sini.

Minum segelas anggur merah (red wine) aman-aman saja dilakukan. Ini malah lebih baik daripada meminum bir, yang merupakan sesuatu yang harus ditinggalkan oleh James.

James wajib mematuhi program ini walaupun ia sedang menghadiri jamuan makan malam di restoran atau pesta. Tidak ada pengecualian hari untuk orang-orang yang memiliki risiko besar terkena penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Ini berlaku tidak hanya untuk James, namun seluruh anggota keluarganya.

Hasil tes medis James berikutnya memberikan hasil yang cukup signifikan. LDL lebih rendah daripada HDL, yang merupakan indikasi baik bagi seseorang dengan usia seperti James. Program diet atau perubahan pola makan yang dilakukan James hanyalah satu dari berbagai cara yang ada. Butuh waktu untuk menemukan program yang cocok untuk menurunkan kadar kolesterol dan membuat seseorang sehat kembali.