Perimenopause

Wanita positifahukah Anda bahwa sebenarnya ada tiga tahap dari menopause? Tahap pertama yang merupakan topik diskusi kita, dikenal sebagai perimenopause. Ini adalah tahapan ketika gejala menopause mulai terasa, biasanya beberapa tahun sebelum menopause sebenarnya. Beberapa ahli percaya bahwa perimenopause dapat

berlangsung dari 5-15 tahun, sementara yang lain mengatakan bahwa ini adalah fase 3-4 tahunan. Meskipun demikian, kebanyakan wanita mengalami gejala-gejala menopause selama masa perimenopause dibandingkan selama menopause atau setelahnya.

Seorang wanita masih dapat mengalami periode menstruasi selama tahap perimenopause, walaupun ini sangat tidak menentu dan ia mungkin menyadari dirinya melewatkan beberapa periode tahapan sebagai akibat dari fluktuasi tingkat hormonnya. Fase ini biasanya terjadi pada seorang wanita berusia antara 35 hingga 50. Meskipun gejala menopause berbeda-beda di setiap wanita, dia mungkin akan mulai merasakan beberapa perubahan selama tahap perimenopause, baik secara fisik maupun emosional. Beberapa gejala dapat dirasakan secara bertahap selama jangka waktu yang lama, sedangkan yang lain mungkin merasakan perubahan mendadak dalam kurun waktu yang lebih singkat.

Seorang wanita yang sedang mengalami perimenopause mungkin juga mulai mengalami sindrom pra-menstruasi (Premenstrual Syndrome/PMS) jika dia belum pernah mengalaminya atau PMS-nya dapat menjadi lebih intens. Gejala menopause yang paling sering dirasakan pada tahap ini adalah badan terasa panas, suasana hati yang berubah-ubah, inkontinensia urin, dan gangguan tidur.

Beberapa praktisi kesehatan menyarankan untuk menggunakan terapi hormon selama tahap perimenopause untuk menggantikan pasokan hormon yang berkurang. Karena ada wanita yang tidak tahu bahwa mereka telah melalui periode perimenopause, dan mereka hanya menyadarinya saat tiba-tiba haid mereka telah berhenti, maka hanya sedikit wanita yang mampu mengatasi masalah yang datang bersamanya. Ada juga wanita yang menyadari sedang mengalami gejala-gejala menopause yang intens selama tahap perimenopause, tetapi tidak pernah meminta nasihat medis. Sebagian gejala-gejala ini jika tidak diobati dapat menyebabkan harus menjalani prosedur bedah. Prosedur bedah ini bertanggung jawab terhadap menopause dini/prematur diantara alasan lainnya.

Wanita harus lebih memperhatikan apa yang tubuh mereka katakan terutama jika mereka dalam rentang usia menopause. Tulang keropos kemungkinan terjadi selama masa ini. Estrogen memperlambat pengeroposan tulang. Jadi kadar estrogen yang rendah saat menopause cenderung menyebabkan osteoporosis kecuali jika Anda bertindak cepat untuk mengatasinya. Meskipun tulang keropos juga terjadi pada laki-laki, wanita memiliki kecenderungan untuk pengeroposan tulang lebih cepat dibandingkan pria. Tahap perimenopause adalah ketika kepadatan tulang mulai menurun tanpa disadari oleh kaum wanita.

Menganggap perimenopause seperti sebuah pesta selamat datang untuk sesuatu seperti kanker, tidak akan membuat keadaan menjadi lebih mudah dalam menangani situasi ini. Agar anda dapat hidup dengan perimenopause dan gejala-gejalanya, ini berarti anda perlu mendatangi dokter Anda untuk membuat perubahan gaya hidup dan mempertimbangkan terapi hormonal, sehingga anda akan menjalani hidup sehat selama masa menopause Anda.

Olahraga dan kesehatan