Menopause

pakah Anda pernah mengalami tiba-tiba tubuh terasa panas dan suasana hati yang sering berubah akhir-akhir ini? Mungkinkah ini adalah PMS atau permulaan dari menopause?

Gejala-gejala menopause bervariasi seperti layaknya rasa es krim. Tidak ada satu gejala yang sama untuk semua wanita. Beberapa bahkan tidak

merasakan tanda-tanda kecuali kenyataan bahwa mereka telah berhenti menstruasi. Gejala menopause yang mungkin Anda alami tidak akan pernah dialami oleh teman Anda yang juga akan mengalami menopause. Cara yang efektif untuk mengetahui dengan pasti bahwa Anda memang mengalami akhir dari siklus haid Anda adalah jika Anda tidak mengalami haid selama 12 bulan terakhir. Gejala lain yang mungkin "dirasakan" adalah:

Gejala Psikologis Menopause

Perubahan suasana hati, lekas marah, kecemasan, depresi, dan kehilangan ingatan hanya beberapa gejala psikologis menopause yang telah dialami oleh perempuan. Namun, beberapa studi ilmiah tidak menyalahkan semua gejala ini karena menopause. Situasi hidup seperti perceraian, penuaan, anak-anak keluar dari rumah, pensiun dari pekerjaan, semua terjadi pada waktu yang sama ketika menopause terjadi. Susah tidur juga berhubungan dengan menopause dan juga dapat menjadi penyebab beberapa gejala psikologis menopause.

Tubuh Terasa Panas (Hot flushes)

Sejauh ini, ini adalah gejala menopause yang paling umum. Hot flushes ditandai dengan "perasaan" panas yang tiba-tiba dan biasanya terjadi di muka atau dada, berkeringat dingin, kemerahan, dan merasa lembap. Ini mungkin akan dirasakan lebih awal empat tahun sebelum masa akhir menstruasi dan dapat berlangsung selama beberapa tahun sesudahnya.

Masalah Tidur

Beberapa masalah tidur seperti insomnia dialami oleh beberapa wanita selama menopause. Selain itu juga terbangun di malam hari dan sulit untuk kembali tidur.

Masalah yang berhubungan dengan seks

Gejala menopause yang berhubungan dengan seks telah menjadi fokus perdebatan untuk beberapa tahun terakhir. Hilangnya estrogen tidak berarti bahwa perempuan kehilangan minat dalam hubungan seksual. Namun, karena kekeringan vagina akibat menopause, hubungan seksual bagi wanita sangat menyakitkan. Tersedia lubrikan/ pelumas untuk membantu mengurangi masalah ini.

Masalah berkemih

Selama menopause, wanita lebih rentan terhadap keluarnya air seni tanpa disengaja terutama jika disertai dengan infeksi saluran kencing. Tertawa, bersin, batuk, peregangan dan gerakan fisik lainnya dapat memberikan tekanan pada kandung kemih yang menyebabkan keluarnya urin dengan sendirinya.

Gejala-gejala menopause mungkin tidak mudah untuk ditangani. Bahkan beberapa wanita mungkin mengalami sedikit gejala menopause yang paling umum, sementara yang lain tidak mengalaminya. Ini adalah kejadian alamiah pada seorang wanita yang telah dilihat sebagai cemoohan dan menjijikan oleh kebanyakan orang, tetapi juga diterima dengan sukacita oleh beberapa orang. Oleh karena itu, hanya dengan melalui penerimaan terhadap menopause, gejala dan semua tentangnya, maka seseorang benar-benar dapat menemukan keharmonisan hidup dengannya.