Anatomi Penis

Anatomi PenisPenis merupakan bagian tubuh manusia yang kompleks seperti bagian tubuh lainnya, meskipun bentuknya kelihatan sederhana. Selain itu, karena dua fungsi penis yang sudah dikenal lelaki dan fungsi yang mirip pada perempuan, ada kecenderungan berpikir bahwa setiap orang sudah mengetahui semua hal tentang bagian tubuh ini. Bagaimanapun,

selalu ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab maupun beberapa informasi yang belum jelas yang bagi orang-orang susah untuk diingat dan mungkin bisa menjadi menarik dalam konteks tertentu. Jadi berikut adalah gambaran umum dari penis yang bertujuan untuk memberikan penjelasan komprehensif tentang organ ini.

Pada dasarnya, penis manusia terdiri dari dua bagian: batang penis dan glans (kepala penis). Batang penis bukanlah terbuat dari otot seperti yang orang-orang kira. Ia terbuat dari tiga kolom jaringan, yang salah satunya bersambung dengan glans. Tiga kolom ini disebut Corpus Spongiosus yang membentuk bagian bawah penis dan jaringan erektil, kemudian dua Corpora Cavernosa yang merupakan dua bagian jaringan yang terletak berdekatan satu sama lain pada bagian atas penis.

Batang penis tertutup oleh kulit, sedangkan glans tertutup oleh lipatan kulit longgar yang dikenal sebagai kulup. Kulup melekat dengan bagian bawah penis, di daerah yang disebut frenum. Dan yang terakhir, penis dilintasi dari pangkal sampai ujung dengan saluran Uretra. Saluran ini berfungsi sebagai sebuah saluran untuk dua keluaran yaitu urin yang diproduksi di dalam kandung kemih, dan sperma yang dihasilkan oleh testis.

Ereksi dicapai dengan mengisi kedua Corpora Cavernosa dengan darah. Tidak seperti beberapa mamalia lain, manusia tidak memiliki tulang ereksi dan harus mengandalkan hanya pada pembengkakan dengan darah untuk mencapai ereksi. Ketika ereksi dipicu oleh rangsangan seksual, arteri yang membawa darah ke penis membesar untuk meningkatkan aliran darah. Seperti mengisi spons pada Corpora Cavernosa dengan darah, sehingga membuat penis kaku. Jaringan kaku menyempitkan vena (pembuluh darah) yang membawa darah ke penis bertujuan untuk mepertahankan ereksi.

Setiap bayi laki-laki lahir dengan satu set organ reproduksi lengkap. Namun, organ-organ ini tidak sepenuhnya dikembangkan dan tetap demikian sampai anak tersebut memasuki masa pubertas. Pada masa pubertas biasanya antara usia 10 dan 14 tahun, kelenjar pituitari mensekresi hormon yang mulai mendorong testis untuk memproduksi testosteron. Testosteron adalah hormon yang mengontrol semua perubahan fisik dan beberapa sifat psikologis yang mengidentifikasikan laki-laki.

Kemunculan testosteron ini memastikan perkembangan tulang yang lebih besar dan intensitas otot yang lebih tinggi pada laki-laki. Ia juga bertanggung jawab untuk meningkatkan ukuran penis dan testikel, memunculkan rambut kemaluan dan nada lebih besar pada suara laki-laki. Penis berhenti tumbuh pada akhir masa pubertas, yang datang sekitar usia 18 tahun. Namun ada banyak faktor lingkungan yang bisa menunda atau mempercepat berakhirnya masa pubertas. Ini berarti beberapa pria mungkin mengalami pertumbuhan penis melampaui usia 18 tahun.

Sebuah mitos yang umum disekitar kita yang hampir semua orang telah dengar yakni gagasan bahwa ukuran penis dikaitkan dengan ukuran tubuh lainnya. Yang paling umum versi mitos ini dikaitkan dengan ukuranĀ  tangan, kaki, hidung atau tinggi badan secara keseluruhan untuk menentukan ukuran penis. Sebenarnya tidak ada kaitannya. Meskipun perkembangan penis didalam embrio dikendalikan oleh gen yang sama seperti anggota badan, pertumbuhan penis saat pubertas sepenuhnya diatur oleh testosteron dan tidak ada hubungannya dengan bagian tubuh yang lain.

Beberapa pria dilahirkan dengan ukuran penis yang lebih besar. Ini adalah fakta tak terbantahkan dari kehidupan ini yang masih menjadi misteri bagi ilmu pengetahuan. Sebagaimana dinyatakan di atas, tidak ada korelasi antara penis dan ukuran tubuh. Penelitian yang telah dilakukan terhadap kelelawar telah menunjukkan bahwa organ seksual dan otak memerlukan sejumlah besar energi untuk tumbuh. Pada titik tertentu, embrio akan memutuskan apakah ingin otak atau set organ seksual yang lebih besar. Namun, sains masih belum mengetahui bagaimana keputusan ini dibuat dan mengapa.

Dan terakhir, sebuah kata mengenai olahraga penis. Olahraga yang dirancang oleh "PenisHealth" didesain untuk memaksa kolom jaringan untuk menambahkan panjang maupun ketebalan. Hal ini dilakukan dengan mengarahkan tekanan pada batang dan membantus sel-sel yang membentuk jaringan untuk tumbuh. Jelas, tujuan dari olahraga ini adalah menmbuat Corpora Cavernosa menahan lebih banyak darah dalam rangka meningkatkan ukuran penis dan ereksi. Bertentangan dengan cara pikir orang yang skeptis, olahraga penis sceara hati-hati dan berkelanjutan adalah cara yang aman dan efektif untuk meningkatkan panjang dan ketebalan penis.