mata terinfeksionjungtivitis atau penyakit mata menular pada anak merupakan masalah yang umum pada anak usia sekolah. Mata menjadi merah, gatal dan bengkak. Ada kemungkinan keluarnya cairan lengket dari mata yang

bisa berwarna putih, bening, hijau atau kuning. Konjungtivitis disebut dengan "mata merah" karena bagian putih mata berubah menjadi merah atau merah jambu. Saat si anak mengalami rasa gatal dan kemerahan pada mata, dia harus memberitahu orangtuanya sesegera mungkin, karena penyakit mata ini sangat menular dan menyebar dengan mudah.

Ada kemungkinan cuma mata sebelah saja yang terkena konjungtivitis dan sebelahnya tidak. Namun, normalnya kedua mata terinfeksi. Konjungtivitis biasanya tidak membuat mata terasa sakit, tetapi mata menjadi sangat gatal. Rasanya mirip seperti ada bulu mata atau partikel kecil yang masuk ke mata, di mana hal ini sangat mengganggu. Infeksi berlangsung selama kurang lebih seminggu dan biasanya sembuh sendiri. Namun, jika rasa gatal terasa sangat mengganggu, maka harus diobati. Sebagian anak bisa terkena konjungtivitis bersamaan dengan infeksi telinga, karena bakteri yang bertanggung jawab menyebabkan penyakit mata juga bisa menyebabkan infeksi telinga.

Konjungtivitis disebabkan oleh virus atau bakteri. Virus yang menyebabkan konjungtivitis juga bertanggung-jawab terhadap flu. Bakteri yang menyebabkan konjungtivitis juga menyebabkan infeksi telinga. Konjungtivitis menular lewat sentuhan. Jika seseorang menyentuh tangan penderita yang sebelumnya sudah menyentuh matanya, dia akan terinfeksi. Dan karena anak yang terinfeksi berhubungan dengan orang tua dan temannya, mereka juga berisiko tertular penyakitnya. Dalam kasus ini, pencegahannya adalah dengan sering mencuci tangan dengan air hangat dan sabun disinfektan. Konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri dan virus serta menular, dikenal sebagai konjungtivitis menular. Konjungtivitis juga dapat disebabkan oleh alergi atau masuknya benda asing ke dalam mata yang menyebabkan mata teriritasi. Konjungtivitis jenis ini tidak menular.

Penderita harus pergi ke dokter jika rasa gatal sangat mengganggu. Dokter akan memeriksa warna merah dan cairan yang keluar dari mata. Dokter akan menanyakan tentang kemungkinan pertemuan dengan teman atau seseorang yang menderita penyakit mata merah atau apakah konjungtivitis disebabkan oleh alergi atau masuknya benda asing ke dalam mata. Dokter juga akan memeriksa telinga terhadap kemungkinan terkena infeksi telinga. Jika penyakit mata disebabkan infeksi oleh bakteri dokter akan memberikan antibiotik yang berupa salep atau tetes mata. Biasanya jika masih bayi akan diberikan salep, sedangkan anak-anak dan orang dewasa diberikan tetes mata. Orang tua harus memberikan tetes mata atau salep terhadap mata anak, empat hingga lima kali selama tujuh hari atau lebih. Dosis dan waktunya harus dijaga teratur untuk menyingkirkan infeksi secara total.

Jika konjungtivitis disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak dapat menyembuhkannya. Dan jika penyakit mata tersebut disebabkan oleh alergi atau benda asing, dokter akan merekomendasikan penggunaan tetes mata spesial untuk menghilangkan gejala alergi. Air hangat bisa juga dipercikkan ke mata untuk menghilangkan rasa gatal. Lap dingin atau hangat bisa digunakan untuk membersihkan cairan yang keluar dari mata. Orang tua bisa membersihkan mata secara hati-hati dengan kapas serta air hangat untuk membersihkan belekan yang terbentuk di ujung mata. Handuk dan lap yang telah digunakan harus langsung dicuci sehingga infeksi tidak menyebar ke anggota keluarga.