Pneumonia pada Anak cap=P]neumonia adalah infeksi pada satu sisi paru-paru atau keduanya. Ketika kedua sisi paru-paru terinfeksi, ini dikenal sebagai pneumonia ganda. Ketika pneumonia cukup ringan sehingga tidak perlu ke dokter dan anak dapat

melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya, maka ini dikenal sebagai pneumonia berjalan (walking pneumonia).

Paru-paru merupakan bagian penting dari sistem pernapasan. Udara yang dihirup dan mengandung oksigen, akan disaring oleh paru-paru. Oksigen ini kemudian dibawa ke seluruh tubuh dengan bantuan darah yang dilewatkan melalui tabung pernapasan oleh alveoli. Kapiler atau pembuluh darah kecil dikelilingi oleh kantung udara kecil yang dikenal sebagai alveoli. Ada lebih dari enam ratus juta alveoli dalam tubuh manusia. Udara yang telah dihirup, dipasok ke alveoli, oksigen yang diambil dari udara dilarutkan ke dalam darah. Kemudian tugas dari sel darah merah untuk mendistribusikan oksigen tersebut ke seluruh bagian tubuh. Oksigen sangat penting bagi berfungsinya tubuh manusia dengan baik dan kekurangan pasokan oksigen dapat merusak organ dan kadang-kadang dapat mengancam nyawa. Fungsi ini terganggu ketika paru-paru terinfeksi oleh pneumonia.

Pneumonia tidak memungkinkan paru-paru berfungsi dengan baik, karena infeksi menghasilkan cairan yang menyumbat alveoli. Hal ini membuat oksigen tidak dapat menembus jauh ke dalam paru-paru sehingga hanya sejumlah kecil oksigen yang dipasok ke dalam darah. Pernapasan akan terganggu dan kondisi semakin memburuk ketika kedua paru-paru terinfeksi pneumonia.

Semua orang dari segala usia, dari bayi hingga orang tua bisa terkena pneumonia. Adalah suatu mitos di kalangan orang-orang kalau kondisi basah dapat membuat seseorang terkena pneumonia. Tapi sebenarnya, virus atau bakteri yang menyebabkan infeksi. Ketika seseorang terinfeksi flu atau demam hingga menyebabkan penurunan kondisi tubuh, dia bisa terinfeksi pneumonia. Hal ini terjadi karena iritasi yang disebabkan oleh flu atau demam yang membantu kuman pneumonia untuk masuk ke dalam paru-paru dengan mudah dan bergerak bebas untuk menyebarkan infeksi.

Virus atau bakteri yang menyebabkan pneumonia dapat menyebabkan kerusakan yang keparahannya bergantung pada kesehatan anak. Jika infeksi disebabkan oleh bakteri, si anak akan segera mengalami sakit dan bisa mendapatkan demam bersuhu tinggi disertai menggigil. Pneumonia disebabkan oleh virus berkembang sangat lambat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Si Anak juga dapat mengalami batuk, nyeri dada, sakit kepala, dan atau sakit otot. Hal ini juga akan membuat sulit bernafas, sehingga akan mulai bernafas lebih cepat yang dapat membuat dia batuk berlendir. Si anak dapat benar-benar tidak dapat makan.

Ketika diberi pengobatan yang tepat, si anak bisa sembuh. Dokter pertama kali akan memeriksa detak jantung dan pernapasan dengan bantuan stetoskop. Stetoskop juga membantu untuk memeriksa paru-paru, suara yang dibuat oleh paru-paru akan membantu untuk menentukan apakah di dalamnya mengandung cairan.

Suara seperti gemeretak atau bergelembung adalah indikasi pneumonia. Rontgen dada juga akan diambil. Daerah keputihan yang merata menunjukkan adanya penumpukan cairan. Dengan melihat hasil rontgen, dokter juga dapat menentukan apakah infeksi disebabkan oleh bakteri atau virus. Jika disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Dan jika dirasa sulit bagi anak untuk menelan obat atau untuk mempertahankannya di dalam, ia akan disuntik dengan cairan intravena. Jika virus yang bertanggung jawab terhadap infeksi, antibiotik tidak akan bekerja. Dalam kasus ini akan diberikan penurun demam bersama dengan obat batuk. Obat-obatan tidak akan ada gunanya jika si anak tidak mendapatkan istirahat yang cukup dan asupan cairan yang banyak.

Vaksin dapat diberikan untuk mencegah pneumonia. Serangkaian vaksin ini disebut pneumokokus. Vaksin flu yang diberikan secara teratur juga terbukti bermanfaat, terutama bagi anak-anak yang menderita asma atau jenis infeksi paru-paru lainnya. Istirahat dan tidur juga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Mencuci tangan secara teratur juga dapat menjaga agar terjauhkan dari kuman berbahaya.