Latihan Beban untuk Anak-Anak

Latihan Beban untuk Anak-AnakBerlatih kekuatan fisik merupakan cara yang menyenangkan ketika anak-anak ingin membentuk otot-otot yang sehat. Artikel ini akan membahas latihan beban bagi anak-anak dalam tujuannya untuk meningkatkan kekuatan dan otot yang sehat.

Dengan program yang dirancang secara khusus, para anak dapat meningkatkan ketahanan fisik, kebugaran, dan kemampuan olahraga mereka. Ini juga membantu mencegah cidera ketika berolahraga, serta mempercepat pemulihan akibat cidera yang diderita.

Latihan kekuatan diimplementasikan dengan menggunakan beban untuk membentuk otot yang kuat. Beban ini harus ditingkatkan tahap demi tahap agar otot bekerja lebih keras untuk kemudian menjadi lebih kuat dan efisien.

Latihan angkat berat bagi anak akan membantu mereka memperkuat ligamen, tendon, dan kepadatan tulang. Para peneliti menemukan fakta bahwa kepadatan tulang biasanya terbentuk pada masa anak-anak mulai umur 8-18 tahun. Setelah seseorang berusia 30 tahun, tulang-tulangnya akan berangsur-angsur menjadi rapuh dan berujung pada osteoporosis. Jika lebih banyak tulang terbentuk pada masa-masa awal, kemungkinan terjadinya osteoporosis dapat diminimalisir.

Ketika anak-anak melakukan latihan beban, hal ini juga akan membantu mereka sebagai atlet muda untuk lebih siap dan percaya diri sebab mereka akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Tujuan latihan beban bagi anak-anak bukan membentuk otot-otot layaknya binaragawan namun lebih kepada memperkuat otot untuk mencapai performa olahraga yang lebih baik dan perlindungan terhadap otot, tendon, dan tulang-tulang mereka selama kegiatan olahraga tersebut dilakukan. Latihan beban dengan porsi berat, contohnya seperti yang sering dilakukan oleh para orang dewasa, sangat tidak dianjurkan dilakukan oleh para anak sebab dapat merusak pertumbuhan tulang. Hal ini akan menghambat pertumbuhan anak secara fisik dan dapat membuka jalan terjadinya infeksi.

Aturan umum pada latihan beban untuk anak ialah jika mereka sudah cukup umur untuk berpartisipasi dalam kompetisi keolahragaan, maka itu adalah saat yang aman untuk memulai melatih kekuatan. Namun seperti yang telah dijelaskan di atas, program latihan ini tidaklah sama seperti yang biasa dilakukan oleh para orang dewasa. Program ini lebih cenderung untuk melatih teknik yang benar dan mengintegrasikan saraf proprioseptif dalam latihan, yang akan meningkatkan performa mereka dalam berolahraga. Pastikan Anda memilih pelatih yang pernah memiliki pengalaman melatih beban pada anak-anak sebab mereka tentu memiliki metode dan alat-alat penunjang yang pas.

Anak-anak berusia 6 tahun dapat dilibatkan dalam program latihan kekuatan seperti push up dan sit up karena pada usia ini mereka telah dapat diajari bagaimana melakukan hal-hal tersebut dengan aman sesuai instruksi yang diberikan. Latihan-latihan itu hanya memanfaatkan berat tubuh saja namun dapat membantu mengembangkan keseimbangan, koordinasi, kontrol, dan kewaspadaan.

Memulai latihan beban rutin sejak masa anak-anak juga akan membantu dalam membiasakan menjaga kebugaran tubuh selama hidup mereka. Rutinitas latihan yang memanfaatkan beban, bisa dilakukan oleh anak-anak dengan menggunakan alat yang ringan saja namun dengan repetisi yang lebih banyak. Dengan kata lain, anak-anak harus menggunakan beban yang lebih ringan daripada yang bisa mereka angkat, tetapi dilakukan dengan pengulangan yang lebih banyak (bisa lebih dari 16) selama dua set. Hal ini akan membatu mengembangkan kekuatan mereka tanpa membuat tubuh berbentuk seperti binaragawan.

Otot akan merespon latihan beban tersebut tergantung pada desain program yang dilakukan. Jika Anda mengangkat beban yang lebih ringan dengan repetisi dan set lebih banyak, maka otot Anda akan berkembang ketahanan dan kekuatannya. Namun jika menggunakan beban yang lebih berat dengan repetisi yang lebih sedikit, otot akan menggembung. Pada anak-anak, hal ini akan merusak pertumbuhan mereka dan oleh sebab itu tidak dianjurkan sebelum mereka tumbuh dengan sempurna.

Latihan beban atau angkat berat bagi anak-anak tidak selalu bermanfaat. Hanya dengan menggunakan teknik yang benar, beban yang lebih ringan, dan latihan memanfaatkan berat tubuh akan membuat para anak mengambil keuntungan dari hasil yang berupa ketahanan fisik, peningkatan kekuatan dan kepadatan tulang.