Jangan Menghalangi Waktu Olahraga Bagi AnakBanyak orang di seluruh negeri mengirimkan anak mereka untuk berbagai macam kegiatan. Ada yang  mempunyai sesuatu mengenai hal ini untuk disampaikan, tidak cukup anak-anak bermunculan. YMCA dari Amerika melakukan studi lebih dari 1500 keluarga dengan jumlah anak dibawah 10 dan menemukan bahwa tiga dari empat anak-anak di keluarga itu menghabiskan tidak lebih dari tiga hari seminggu bermain di luar karena orangtua mereka tidak bisa menemukan apa sesungguhnya yang mereka inginkan dari hiburan yang mereka miliki. Penelitian YMCA menemukan

bahwa bagi anak-anak, olahraga harus menjadi sesuatu yang orangtua mereka juga tertarik di dalamnya. Dan para orangtua, menurut penelitian, telah benar-benar mengecewakan anak-anak mereka.

Sementara penyerapan teknologi telah mengambil sebagian besar kesalahan dalam ketidakpekaan keluarga dalam memperkenankan olahraga bagi anak-anak mereka, masalah ekonomi pun juga mengambil peran yang nyata dalam hal ini. Sejumlah keluarga yang telah disurvei mengatakan bahwa mereka tidak punya uang yang cukup agar anak-anak mereka bisa menikmati kegiatan di tempat-tempat . Dan tentu saja, orangtua yang harus bekerja ekstra keras pada masa-masa resesi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pun juga tidak punya waktu. Seringkali, mereka hanya tidak punya waktu untuk membawa anak-anak mereka untuk dan dari aktifitas kegiatan.

Tapi bagi anak-anak, olah raga, tidak harus beraktifitas sendiri. Mereka tidak perlu aktifitas yang terorganisir. Jalan kaki daripada naik mobil, memilih untuk tidak menggunakan lift, dan perubahan-perubahan yang lain bisa diambil jika dirasa diperlukan. Ini bukan berarti harus langsung semuanya dalam satu waktu. Orangtua jadi tidak perlu menyisihkan sebagian waktu untuk membantu anak-anak mereka berkenaan dengan hal ini. Ini hanya membutuhkan sebuah perubahan sudut pandang Anda dalam melihat olahraga.

Tetapi ini bukan hanya orangtua dan kecenderungan terhadap mainan teknologi maupun masalah orangtua dalam menjaga kurangnya olahraga anak-anak mereka. Seringkali, anak-anak memiliki keasyikan tersendiri dengan mainan teknologi mereka sehingga membuat mereka kehilangan minat terhadap olahraga. Kadang-kadang, para orangtua berpikir bahwa mereka perlu bergabung dengan anak-anak mereka dengan video game mereka dan dengan hal-hal lain untuk bisa terikat. Alangkah lebih baik jika mereka memilih terikat dengan kegiatan di taman maupun permainan yang aktif. Para orangtua harus menggunakan imajinasi mereka untuk menemukan cara mengalihkan energi anak-anaknya dari video game maupun komputer kemudian menyalurkannya ke kegiatan fisik.

Cara seperti ini bisa juga menjadi alternatif untuk yang lain. Semakin banyak anak-anak yang belajar untuk menjauh dari gangguan teknologi, maka semakin baik mereka dalam mengelola waktu saat mereka tumbuh dewasa.