Bagi Anak Anda, Masalah Tidur Bisa Menjadi Suatu Hal BurukInilah rutinitas yang tidak disukai oleh kebanyakan anak di setiap negara di seluruh dunia, mereka bangun pada pagi hari, tidak menyukai dunia yang tidak memberikan mereka kesempatan untuk tidur lebih lama dan kemudian harus memaksa diri mereka untuk pergi sekolah. Seringkali, anak-anak ini, matanya menjadi bengkak dan merasakan

pusing, mereka jadi lebih sulit untuk memahami atau mengerti tentang apa yang diajarkan kepada mereka pada beberapa periode pertama. Meskipun ini agak disayangkan, tapi ini belum merupakan hal terburuk yang bisa muncul dari masalah tidur si anak.

Kita pada saat ini hidup di sebuah negara yang dipenuhi dengan remaja yang tidak kenal lelah. Pada saat ini, pihak berwenang menganjurkan agar para remaja setidaknya mendapatkan 10 jam tidur setiap malamnya, hal ini sekitar dua jam lebih lama dari apa yang anak-anak kita sebenarnya dapatkan. Kira-kira, begitulah hasil survey yang telah dilakukan oleh National Sleep Foundation (Lembaga yang mengurusi tentang hal-hal yang berkenaan dengan aktifitas tidur). Jika para orangtua tengah mencari tahu mengenai kenapa anak-anak hari ini tampak lebih rentan terhadap gangguan kurangnya perhatian, mengingat depresi dan masalah kognitif yang pernah mereka alami semasa mudanya, masalah tidur bagi anak saat ini menjadi daerah yang sangat berpotensi besar menarik perhatian.

Tidur sangat membantu dalam perkembangan otak, menjadikannya lebih kuat dan lebih tangguh seraya kita tumbuh. Sebagaimana banyaknya tidur yang dibutuhkan oleh anak usia 10 tahun, seorang anak usia 18 tahun bahkan membutuhkan lebih dari itu. Ini adalah umur disaat sirkuit penting di dalam otak sedang tumbuh. Dan juga ketika anak sedang tidur, jenis pertumbuhan yang paling penting sedang terjadi di otak. Mengurangi jam tidur anak untuk belajar sebentar, misalnya, justru tidak membuat anak ini lebih pintar. Ini membuat mereka kurang pintar.

Tidur, disaat-saat tahun remaja kita, membantu membangun lobus depan otak kita. Ini adalah bagian dari otak kita yang membantu kita menentukan pilihan, dan memahami resikonya. Kurang tidur sebenarnya mempengaruhi kemampuan untuk menumbuhkan bagian otak kita yang mampu melakukan hal itu. Dalam artian terbatas, kita menjadi terbelakang.

Hebatnya, bagi setiap anak, masalah tidur terhubung dengan otak mereka. Bagi kalangan muda keinginan untuk tidur lebih awal sangatlah jarang. Dan kecanduan teknologi ikut memperparah. Inilah alasan lain untuk membatasi akses anak-anak terhadap teknologi.

Jadi inilah yang akan Anda dapatkan jika tingkat kepantasan dari antusiasme terhadap jejaring sosial dan video game selalu nampak salah bagi Anda, Ini terkait dengan sebuah alasan. Alasannya adalah bahwa jenis hiburan yang menimbulkan kecemasan bisa dengan mudah menyebabkan masalah perkembangan.