Risiko Cerebral Palsy Saat Hamilhe United Cerebral Palsy memperkirakan bahwa sekitar 764.000 anak-anak dan orang dewasa di Amerika Serikat memiliki gejala cerebral palsy (kelumpuhan otak). Setiap tahun, ada sekitar 8.000 bayi yang didiagnosis memiliki cerebral palsy. Sementara sekitar 1.200 sampai 1.500 anak-anak prasekolah

menunjukkan tanda-tanda cerebral palsy.

Ada banyak faktor yang berkontribusi pada tingginya risiko cerebral palsy. Faktor risiko cerebral palsy diantaranya adalah kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, ketidakmampuan plasenta untuk menyediakan nutrisi dan oksigen yang cukup, golongan darah antara ibu dan bayi yang tidak sesuai, terinfeksi saat sedang hamil, infeksi bakteri, lamanya waktu persalinan sehingga bayi tidak mendapatkan oksigen serta terkena penyakit kuning yang parah setelah dilahirkan.

Hal-hal tersebut adalah faktor risiko, yang berarti tidak selalu menyebabkan cerebral palsy, tetapi bayi yang memiliki faktor risiko diatas mempunyai peluang yang tinggi terkena cerebral palsy. Karena faktor-faktor risiko tersebut merupakan kejadian yang bisa terjadi selama kehamilan atau saat persalinan, maka kehamilan yang sehat memang benar-benar penting.

Anda harus menghindari infeksi selama kehamilan. Ada tiga infeksi utama yang perlu dihindari dan kabar baiknya adalah ketiganya dapat dengan mudah dihindari.

  • Campak Jerman - vaksinasi campak penting dilakukan sebelum kehamilan. Campak ini dapat memiliki efek yang serius pada bayi seperti kerusakan otak dan penyakit kuning.
  • Toksoplasmosis - parasit ini biasanya ditemukan di dalam tanah dan tinja kucing. Mencuci bersih dan memasak makanan sampai matang akan membantu menghindari infeksi jenis ini. Penting bagi Anda untuk memperhatikan setiap gejala seperti flu, karena ini adalah gejala dari toksoplasmosis. Jika tidak diatasi, dapat menyebabkan kerusakan dan peradangan otak serta penyakit kuning.
  • Infeksi saluran kencing atau infeksi ginjal - setiap wanita memiliki peluang yang tinggi terkena UTI (urinary tract infection/infeksi saluran kencing). Berkembangnya UTI saat hamil berbahaya bagi Anda karena bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Jika Anda sedang hamil dan berpikir bahwa Anda terkena salah satu infeksi tersebut, maka Anda harus mendapatkan perawatan medis. Beberapa infeksi hanya memerlukan perawatan yang simpel, namun efeknya memiliki dampak jangka panjang dan penting bagi bayi.

Trauma fisik yang dialami seorang ibu saat hamil juga dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi. Kejadian traumatik yang parah diantaranya adalah kecelakaan mobil, kekerasan fisik atau trauma fisik semacam itu. Hal ini bisa berpengaruh serius pada bayi. Penting pula bagi ibu untuk meningkatkan asupan makanan yang sehat dan bergizi. Penggunaan narkoba dan alkohol harus dihindari selama kehamilan.

Bagaimana jika ibu si bayi yang terkena cerebral palsy?

Jika Anda memiliki cerebral palsy dan tetap berniat untuk berkeluarga, maka Anda harus memahami apa pengaruhnya terhadap kehamilan. Kehamilan dapat memperburuk efek cerebral palsy. Anda harus menjalani gaya hidup sehat selama kehamilan. Jika Anda harus minum obat, Anda harus yakin bahwa dokter sudah tahu tentang hal itu dan itu tidak berbahaya bagi bayi. Berolahragalah dengan teratur sehingga Anda dapat mengatasi meningkatnya berat badan karena Anda hamil. Selain itu, olahraga bisa membantu seorang ibu dalam persalinan nanti.

Ada banyak program pencegahan yang bisa diikuti dan dipelajari oleh wanita hamil. Kehamilan adalah tahap yang sangat penting dan berbahaya bagi ibu dan anak. Kami harap Anda akan memiliki keluarga yang bahagia dan mampu mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan terhadap faktor risiko cerebral palsy.