kehamilaneguguran sering disebut dengan aborsi spontan dan kejadian tersebut (keguguran) terjadi pada kandungan yang berusia kurang dari 24 minggu. Bayi di kandungan yang lahir di usia 24 minggu atau lebih dapat bertahan hidup di

luar rahim, hal ini disebut dengan kelahiran prematur.

Seorang bayi yang lahir dibawah usia kandungan 24 minggu dapat menjadi terbelakang dan peluang untuk bertahan hidupnya menjadi sangat sedikit. Para ibu perlu untuk memahami bahwa setelah mengalami keguguran bukan berarti tidak dapat hamil kembali.

Ada banyak penyebab keguguran yang didokumentasikan, salah satunya adalah sistem kekebalan yang melemah. Masa kehamilan adalah suatu fase dimana dibutuhkannya perjuangan seorang ibu akan pengorbanannya dengan mengalami beberapa penyakit jika sistem kekebalan yang dipunyai para Ibu lemah. Hal ini dapat menyebabkan suatu kejadian keguguran dimana bayi di kandungan berjuang untuk bertahan.

Jika hormon kehamilan tidak seimbang, keguguran tidak bisa dihindari. Hormon-hormon ini memiliki peranan dalam menjaga harmonisasi ibu dan bayinya, sehingga jika ada ketidakseimbangan hormon diantaranya akan menjadi sesuatu yang fatal. Penyebab lain keguguran, termasuk penyakit malaria yang dapat menjadi penyakit pembunuh di banyak bagian di belahan bumi sampai hari ini. Hal ini memiliki efek buruk bagi para ibu dan bayinya sehingga dapat mengakhiri kehamilan yang terlalu dini. Kelainan kromosom yang terjadi selama duplikasi juga dapat mengakibatkan keguguran.

Hal utama penyebab keguguran yang lain adalah penyakit vaskular kolagen dimana sistem kekebalan yang dimiliki ibu berbalik melawan dirinya. Ibu menghasilkan antibodi yang memulai suatu misi untuk menghancurkan sel, dan hal ini dapat menyebabkan keguguran.

Beberapa dari penyakit kolagen ini adalah antibodi antifosfolipid dan sindrom lupus eritematosus sistemik. Diabetes yang tidak dirawat dengan baik juga dapat menyebabkan keguguran. Hal ini penting bagi para ibu untuk menjalani tes yang akan mengesampingkan kelainan-kelainan yang telah disebutkan diatas yang tidak hanya akan mengakibatkan keguguran melainkan dapat membuat bayi yang dikandung menjadi cacat.

Infeksi pada ibu hamil juga menjadi penyebab keguguran, para ibu merupakan hasil dari infeksi pada plasenta dan janin. Infeksi-infeksi ini antara lain sitomegalovirus, herpes simpleks, monocytogenes listeria, rubella dan parvovirus.

Jika seorang wanita memiliki kelainan struktural pada rahimnya seperti suatu pertumbuhan jinak, keguguran pasti akan terjadi di suatu titik. Pertumbuhan jinak ini akan menganggu proses normal kehamilan yang akan menyebabkan aborsi spontan. Prosedur bedah seperti pengambilan sampel virus kronis dan amniocentesis juga menjadi penyebab keguguran. Virus tersebut dapat menganggu janin dan menyerang rahim sehingga dapat menganggu keseluruhan perkembangan pada janin.

Penting bagi seorang wanita untuk mengetahui bahwa hubungan seksual dan olahraga TIDAK mempunyai risiko menyebabkan keguguran kecuali Ibu yang mempunyai proses rumit dalam kehamilannya. Hal ini yang mungkin menurut dokter akan melarang kegiatan tersebut karena mengancam perkembangan janin meskipun jarang sekali kejadian seperti ini.

Seorang wanita yang terlalu sering merokok mempunyai risiko tinggi akan kehilangan bayi yang dikandungnya, bahkan setelah melahirkan, bayi tersebut kemungkinan menjadi cacat. Alkohol dan kafein juga termasuk penyebab keguguran, sehingga para ibu diharapkan untuk menghindarinya selama kehamilan.

Comments (0)

There are no comments posted here yet

Leave your comments

  1. Posting comment as a guest. Sign up or login to your account.
Attachments (0 / 3)
Share Your Location