Penempatan Alarm Kebakaran

Penempatan Alarm Kebakaranetiap 2 ½ jam ada satu orang meninggal dunia karena kebakaran di Amerika Serikat. Sebagian besar kematian ini disebabkan karena si korban menghirup asap, bukan karena terbakar. Tindakan pertama yang bisa Anda lakukan untuk melawan kebakaran adalah dengan memasang alarm asap. Alarm asap akan mendeteksi kebakaran sebelum

sensor pendeteksi panas lain yang terdapat dalam alarm kebakaran.

Kebakaran paling umum disebabkan karena kecelakan dalam memasak, meskipun kebakaran jenis ini bisa dengan mudah di padamkan dan jarang sekali harus memanggil pemadam kebakaran karena masalah ini. Penyebab lain yang sering terjadi adalah percikan liar dari sumber api, perlengkapan yang mudah terbakar, serta peralatan rumah tangga dan rokok.

Alarm asap sudah mudah didapatkan mulai awal tahun 70an. Harganyapun akhirnya turun drastis pada awal tahun 90an, agar 88% dari rumah di Amerika Serikat memiliki paling tidak satu alarm asap. Sebelumnya, pendeteksi asap hanya digunakan dalam gedung gedung perusahaan besar.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika ada pendeteksi asap di dalam rumah, akan mengurangi separuh resiko meninggal karena kebakaran. Namun, 12% rumah yang tidak memiliki pendeteksi asap juga diperkirakan memungkinkan terjadinya separuh dari kebakaran yang mengharuskan kita untuk memanggil pemadam kebakaran. Pemadam kebakaran memperkirakan ada lebih dari 1/3 alarm yang ada sekarang tidak bisa dipakai. Biasanya karena baterai yang belum diganti. Banyak juga rumah- rumah yang belum memiliki penempatan pendeteksi asap dengan baik.

Tugas utama pendeteksi asap adalah melindungi Anda selagi Anda tidur. Karena itulah pendeteksi asap ini harus ditempatkan di dalam ruangan yang dipakai tidur dan di tempat-tempat lain yang masih bisa di dengarkan. Untuk rumah berlantai banyak, kebakaran di lantai pertama tanpa alarm kebakaran bisa sangat membahayakan sebelum ada cukup asap yang naik ke atas untuk membunyikan alarm.

Ada beberapa tempat dirumah yang tidak boleh diberi alarm asap. Sebagai contohnya, pendeteksi asap ini tidak boleh ditempatkan di dapur atau garasi dimana asap ketika memasak atau asap dari knalpot mobil akan membunyikannya. Loteng yang tidak dipanaskan dan lorong untuk perbaikan juga merupakan tempat yang tidak cocok untuk penempatan pendeteksi asap karena keadaan sekitarnya.
Pendeteksi asap harus ditempatkan di tempat-tempat tinggi seperti atap atau pada dinding karena asap naik dengan cepat. Jarak antara alarm dengan atap tidak boleh lebih dari 12 inch dan harus lebih dari 3 kaki dari register persediaan energi untuk sistem pemanas karena mesin ini akan menghasilkan angin dan menjauhkan asap dari alarm sehingga tidak terdeteksi.

Pendeteksi asap memiliki beberapa modifikasi untuk beberapa pilihan yang berbeda. Jika Anda menggunakan model alarm dengan baterai, ada jenisnya yang memiliki pemancar radio yang bisa di taruh di kamar tidur Anda. Jika alarm di aktifkan maka alarm di samping tempat tidur Anda akan mati. Alarm-alarm ini lebih mahal, tapi pemancarnya juga bisa diberikan kepada tetangga Anda untuk memantau rumah Anda ketika Anda bepergian. Mereka yang memiliki masalah pendengaran juga bisa menggunakan alarm yang memiliki cahaya sorot yang terang atau sinyal getar.
Alarm asap harus ditest setiap bulan dengan menggunakan tombol penguji; jangan pernah gunakan api terbuka untuk menguji monitornya. Alarm ini tidak butuh perawatan, hanya butuh diganti baterainya saja.
Pendeteksi asap merupakan mekanisme keamanan yang terjangkau dan bisa menyelamatkan hidup Anda beserta keluarga jika digunakan dengan baik dan di pertahankan.