Biji Beras Merah Murni untuk Pencegahan Diabetes

Biji Beras Merah Murni untuk Pencegahan Diabetesdalah hal yang baik bahwa makanan Cina sangat populer , bukan karena kelezatannya (walaupun kenyataannya memang begitu), tapi karena makanan Cina membantu memperkenalkan kita pada jenis-jenis makanan diet dan nutrisi yang jarang  kita jumpai. Jika Anda perhatikan, dalam kebanyakan daftar menu makanan Cina, terdapat pilihan untuk mengganti paket nasi putih dengan nasi beras merah murni. Beras merah tentu saja bukanlah varietas baru, beras merah adalah

beras yang biasa Anda makan. Yang berbeda adalah bahwa beras merah tidak dibawa ke pabrik penggilingan untuk dipoles yang akan mengubah biji-bijian alami berkulit coklat menjadi beras putih yang biasa kita lihat di supermarket. Beras merah mempunyai banyak lapisan kulit padi yang mengandung banyak nutrisi, vitamin dan serat. Mengkonsumsi beras merah dapat mecegah diabetes, karena beras merah mempunyai indeks glikemik yang rendah. Itu berarti, tidak seperti beras putih, beras merah tidak membuat kadar gula darah naik.

Berikut ini adalah fakta yang akan membuat Anda  untuk beralih ke beras merah. Sebuah laporan riset dari Harvard mengatakan bahwa jika kita mau beralih sepenuhnya ke beras merah, atau dengan kata lain seandainya beras merah menjadi bagian dari menu makanan Anda dua kali seminggu, sama artinya Anda  menurunkan risiko terkena diabetes Tipe II sampai sepersepuluhnya. Beras  menjadi bagian dari makanan Anda setiap hari, dan jika Anda menggantinya dengan beras merah sepanjang waktu, Anda mendapat dua kali keuntungan dalam pencegahan diabetes. Intinya adalah bukannya tentang bagaimana beras putih tidak membantu Anda dalam mencegah diabetes dan beras merah bisa membantu mencegahnya, tetapi bagaimana beras putih secara aktif meningkatkan risiko diabetes, dan beras merah secara aktif memerangi diabetes. Hal ini berlaku juga untuk semua jenis biji-bijian lain. Roti putih akan meningkatkan risiko diabetes sedangkan biji-bijian gandum utuh akan menurunkan risikonya.

Riset tersebut sebenarnya memperoleh datanya dari 100.000 orang yang melaporkan kebiasaan makan mereka. Orang bertanya-tanya seberapa jauh kebenaran yang bisa diperoleh jika semua orang yang disurvei memberikan fakta yang hanya diketahui oleh mereka sendiri. Pengambil survei bisa mengklaim apa saja. Mereka mungkin tidak memiliki keperluan untuk berbohong, tetapi bisa saja mereka ceroboh dan bekerja dengan memori yang tidak akurat. Dan tentu saja, jika Anda berpikir tentang hal ini, orang yang mau bersusah-payah membeli biji-bijian utuh untuk makanan mereka, pada umumnya adalah sekelompok orang yang peduli dengan kesehatan, daripada orang yang benar-benar tidak peduli dengan bahan-bahan yang tepat yang terkandung dalam makanan mereka. Orang yang peduli dengan kesehatan akan berolahraga, mengonsumsi makanan rendah lemak, memulai hari dengan segelas jus jeruk dan salad dan sebagainya. Tentu saja, orang yang mempunyai kebiasaan yang sehat tidak akan mudah terkena diabetes.

Para ilmuwan mempunyai penjelasan yang tepat tentang mengapa beras merah dan biji-bijian coklat lainnya mungkin bisa membantu Anda mencegah diabetes Tipe 2. Seperti yang telah disebutkan di atas, beras merah tidak menaikkan kadar gula darah sebanyak yang dilakukan oleh beras putih, dan itu sangat berarti. Terlepas dari itu, beras merah banyak mengandung magnesium yang merupakan jagoan dalam mencegah diabetes.