Tanda-tanda Depresi yang Disebabkan oleh Cuaca

depresiika seseorang secara klinis terkena depresi, bagaimana Anda mengetahuinya? Kadang-kadang, di saat musim dingin/musim hujan, ketika siang hari waktunya singkat dan malam hari waktunya panjang dan ketika langit terus mendung, beberapa orang cenderung bisa terkena depresi. Secara mental mereka akan

terkena suatu kondisi yang dinamakan SAD (seasonal affective disorder/gangguan afektif musiman).

Kondisi ini sebenarnya terjadi pada satu dari lima orang, dan masuk dalam kategori depresi. Bagaimana seseorang bisa membedakan antara depresi yang sesungguhnya dengan depresi yang disebabkan oleh cuaca? Anda dapat mengenali tanda-tanda depresi yang disebabkan oleh cuaca dengan menyimak ulasan berikut ini.

Tanda-tanda depresi yang muncul karena cuaca mendung terlihat hampir sama dengan tanda-tanda depresi klinis. Dalam kedua kasus itu, orang yang terkena depresi akan merasa sedih, putus asa dan kehilangan minat dalam bergaul dengan teman atau melakukan hal-hal yang biasanya dia sukai. Hal ini bisa menjadi depresi klinis jika tanda-tanda ini berakhir selama tidak lebih dari dua minggu. Anda dapat mencurigai bahwa itu adalah SAD dan bukan depresi yang sebenarnya jika tanda-tandanya terus berlangsung lebih dari dua minggu atau ketika tanda-tanda tersebut baru hilang saat musim panas tiba.

Jika Anda perhatikan, orang-orang yang terkena depresi klinis cenderung kehilangan energi yang biasanya mereka miliki untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Namun orang yang terkena SAD lebih cenderung untuk tidur lebih lama daripada biasanya. Mereka bisa tidur sekitar 10 jam sehari, namun mereka jarang merasa tenang dan nyaman saat tidur. Mengalami insomnia pada jam tidur dan cenderung tertidur di tempat kerja. Orang yang hanya merasa tidak bahagia biasanya tidak bereaksi terhadap sesuatu dengan marah dan jengkel. Orang yang depresi sebaliknya. Hal yang mencolok pada orang yang terkena SAD adalah mereka cenderung untuk marah 50% lebih sering daripada orang-orang yang mengalami depresi biasa. Dan itu biasanya terjadi pada hal-hal yang dalam keadaan biasa sebenarnya tidak akan menjadi masalah pada mereka.

Berikut ini ada sedikit wawasan tentang mengapa orang-orang yang tidak bahagia cenderung mencari makanan untuk mencari kenyamanan. Bila Anda sedang tidak bahagia, kadar hormon serotonin yang mengatur rasa bahagia di otak Anda akan turun. Dan serotonin juga merupakan hormon yang membantu mengontrol rasa lapar. Jika Anda mencari tanda-tanda depresi yang berhubungan dengan cuaca, pasti ada rasa lapar dalam salah satu tandanya. Orang yang terkena SAD akan selalu merasa lapar setiap saat. Dan mereka cenderung hanya lapar pada karbohidrat, yang merupakan sesuatu yang membuat serotonin mengalir dalam otak. Apa yang terjadi jika seseorang terlalu banyak makan roti dan pasta yang banyak mengandung karbohidrat? Hal ini pasti akan membuat berat badan Anda naik dalam jumlah yang besar.