Menopause dan Depresi

Menopause dan Depresipakah hubungan menopause dan depresi seerat ikatan perkawinan? Ataukah samar-samar seperti evolusi manusia?

Menopause dan depresi dirasakan dalam waktu yang bersamaan oleh beberapa wanita. Para ahli mengidentifikasikan menopause sebagai penyebab dan depresi sebagai akibat. Penurunan kadar hormon estrogen pada wanita saat menopause dikatakan telah

mempengaruhi terjadinya depresi. Namun masalah perilaku yang lainmungkin bisa menjadi pemicu munculnya depresi.

Kecenderungan perilaku tersebut bisa berupa gejala-gejala menopause itu sendiri seperti perubahan suasana hati, lekas marah, cemas, sulit tidur, penurunan energi, dan kelelahan. Pandangan negatif seseorang terhadap menopause dan depresi bisa juga menjadi penyebabnya. Seorang wanita yang memandang menopause sebagai proses penuaan yang panjang dan menyakitkan dapat benar-benar merasa tertekan dari waktu ke waktu. Pikiran tentang hilangnya kemudaan dan pudarnya kecantikan serta hilangnya memori dapat menyebabkan seorang wanita menjadi melankolis.

Namun, tidak semua wanita harus mengalami menopause dan depresi secara bersamaan seolah-olah kedua hal tersebut selalu beriringan. Jika menopause adalah kejadian alami pada semua wanita, depresi tidak. Sikap dan gaya hidup seseorang sebelum munculnya menopause dapat sangat mempengaruhi terjadinya menopause dan depresi pada tahap menopause yang sesungguhnya. Menopause tidak akan sesulit yang dibayangkan jika seorang wanita biasa bersikap ramah tamah, menjalani gaya hidup sehat, dan berpikiran positif dalam hidup.

Jika kebetulan Anda merasa murung saat berada dalam tahap menopause, yang disebabkan karena pikiran bahwa Anda telah mulai tua atau karena Anda merasa sangat tidak diinginkan, ada sejumlah cara untuk membantu Anda mengatasi perasaan ini. Diantaranya adalah:

Minum obat

Antidepresan dapat digunakan untuk mengobati wanita yang menderita depresi sedang atau berat. Namun, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan seorang praktisi kesehatan sebelum meminum obat apapun.

Cobalah menggunakan HRT (Hormone Replacement Therapy/Terapi Penggantian Hormon) dan Alternatif Herbal.

HRT dan pengobatan alternatif alami, tidak pernah benar-benar terbukti sangat efektif seperti antidepresan. Penelitian tentang keduanya belum mengumpulkan cukup bukti untuk membuktikan efektivitas dan keamanan kedua cara tersebut.

Menjalani Terapi

Anda harus berkonsultasi dengan para ahli perawatan kesehatan seperti psikolog, psikiater, perawat klinik, atau pekerja sosial terutama bila mendapat masalah menopause dan depresi yang parah.

Dapatkan Dukungan

Gejala-gejala menopause dan depresi hanyalah dua dari sekian banyak masalah yang paling dibahas dalam kelompok yang memberi dukungan moril pada wanita menopause. Bergabung dengan kelompok seperti itu akan membuat Anda menyadari bahwa Anda tidak sendirian dalam merasakan apa yang Anda rasakan.

Menopause dan depresi tidak harus selalu berjalan beriringan. Anda dapat membebaskan kekuatan ikatan keduanya dengan lebih menerima menopause dan memperlakukannya sebagai tahap yang menyenangkan dalam hidup Anda. Dengan begitu, Anda benar-benar dapat mengatasi depresi.

Olahraga dan kesehatan