NEW ORLEANS, 3 April 2011 (AFP) - Pria yang menggunakan obat anti-depresan lebih cenderung mengalami penebalan arteri dan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak menggunakannya, ungkap sebuah penelitian laki-laki kembar setengah baya pada hari Sabtu.



Perbedaannya terlihat sekitar empat tahun perbedaan usia, membuat si kembar yang menggunakan pil anti-depresan secara fisik lebih tua daripada kembar yang tidak melakukannya, kata penelitian yang dipresentasikan pada konferensi besar kardiologi di New Orleans.

Studi tersebut merupakan yang pertama kali memeriksa kaitan antara penyakit vaskular dengan penggunaan anti-depresan, serta melihat 513 kembar dari Daftar Kembar Era Vietnam, kata pelaku penelitian tersebut. Usia rata-rata dari subjek penelitian tersebut adalah 55 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa lapisan dalam dari arteri karotid yang menyuplai oksigen ke otak 5 persen lebih tebal pada pria yang menggunakan anti-depresan dibandingkan dengan saudara kembarnya yang tidak menggunakan obat tersebut.

"Ada hubungan yang jelas antara peningkatan ketebalan intima-media (IMT) dengan penggunaan obat anti-depresan, dan ini tren ini lebih kuat ketika kita melihat pada orang-orang yang menggunakan obat-obatan ini serta lebih terdepresi," kata Amit Shah, anggota kardiologi di Universitas Emory di Atlanta, Georgia.

Studi penelitian tersebut mengatakan bahwa penggunaan anti-depresan dikaitkan dengan peningkatan 37 mikron dalam IMT karotis, atau sekitar lima persen. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan setiap tahun hidup tambahan terkait dengan peningkatan 10 mikron dalam IMT, dan setiap loncatan 10 mikron terkait kepada 1,8 peningkatan risiko serangan jantung atau stroke.

Obat anti-depresan meningkatkan kadar pengantar kimia seperti neropinefrin dan serotonin yang dapat memiliki efek negatif membatasi pembuluh darah, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan tepatnya mengapa ditemukan perbedaan, ungkap kepala penelitian tersebut.

"Karena kita tidak melihat kaitan antara depresi itu sendiri dengan penebalan arteri karotis, maka hal ini menguatkan argumen bahwa semakin besar kemungkinan anti-depresan daripada depresi aktual yang berada di balik keterkaitan tersebut," ungkap Shah.

 

Sumber: Agence France-Presse - Terjemahan: DokterMu.com