CIUDAD JUAREZ, 27 Maret 2011 (AFP) - Pihak berwenang di negara bagian Chihuahua Meksiko yang berada di perbatasan Amerika mengumumkan tindakan pencegahan pada hari Minggu untuk mencegah kembalinya wabah flu babi (H1N1) setelah 4 orang meninggal baru-baru ini karena virus tersebut.

"Pemeriksaan di sekolah akan dilaksanakan setelah terjadinya wabah terbaru flu babi manusia H1N1, sebagai sarana untuk melindungi semua siswa dari kemungkinan infeksi," ungkap Janvier Gonzales, sekretaris wakil Chihuahua yang menangani pendidikan, budaya dan olahraga."

Gonzales mengatakan bahwa empat orang telah meninggal di negara bagian itu semenjak minggu lalu, ketika pihak yang berwenang menemukan wabah terbaru dari virus tersebut. Pihak berwenang negara bagian itu dengan cepat meluncurkan kampanye vaksinasi dan program sosialisasi untuk menginformasikan para penduduk tentang langkah-langkah pencegahan.

Meksiko pertama kali mengeluarkan peringatan waspada akan H1N1 pada bulan April 2009, dan flu babi yang dinamakan demikian karena pertama kali ditemukan pada babi, telah membunuh 18.500 orang sejak kemunculannya pada musim semi itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Wabah H1N1 juga telah ditemukan di Venezuela, di mana pihak berwenang kesehatan minggu lalu mengatakan bahwa 85 orang baru-baru ini terkena virus tersebut dan 3 orang yang memiliki H1N1 telah meninggal pada tahun ini.



Sumber: Agence France-Presse - Terjemahan: DokterMu.com