JAKARTA, 15 Juni 2011 (AFP) - Australia mengatakan pada hari Rabu telah berkomitmen untuk memulihkan ekspor hewan ternak ke Indonesia "sesegera mungkin" namun diakuinya bahwa akan ada gangguan jangka pendek dalam penyediaan.

Australia telah menghentikan ekspor hewan ternak ke Indonesia selama 6 bulan setelah adanya suatu dokumenter yang merebak karena menayangkan suatu tindakan gambar kekejaman di rumah jagal Indonesia yang disiarkan di televisi Australia bulan lalu.



"Kami berkomitmen untuk berkerja sama dengan Indonesia dalam mengembalikan perdagangan penting ini sesegera mungkin," Duta Besar untuk Australia, Greg Moriarty mengatakan.

"Pemerintah Australia menyesali keputusan ini (menghentikan ekspor hewan ternak) akan menyebabkan gangguan dalam jangka pendek," Duta Besar mengatakan kepada wartawan.

Duta Besar tidak memberikan dengan rinci bagaimana pemerintah Australia akan bekerja sama dalam mengembalikan perdagangan ini dengan Indonesia namun titik jelasnya adalah Presiden Indonesia telah memerintahkan dalam investigasi terhadap rumah jagal tersebut.

"Minggu lalu, presiden telah mengakui pentingnya masalah ini dan telah meminta kepada menteri pertanian dan kesehatan untuk memeriksa dan mengelola pemotongan hewan di Indonesia sesuai dengan standar kesehatan dalam agama dan kesehatan hewan," Moriarty mengatakan.

Ekspor hewan ternak Australia terhadap Indonesia membentuk sekitar seperlima dari seluruh negara Asia Tenggara yang konsumsi daging sapinya meningkat.

Penyelidik (di Jakarta) masih belum yakin akan keaslian video yang menayangkan kekejaman penjagalan akan hewan ternak dari Australia di suatu tempat penjagalan namun telah berjanji akan mengintensifkan program kesejahteraan dan mengatakan telah 'menghormati' larangan tersebut.

DPR telah mengesahkan undang-undang akan kesejahteraan hewan ternak pada tahun 2009 namun tidak dilaksanakan dan tidak adanya sangsi yang dikenakan terhadap rumah jagal yang menganiaya hewan.


Sumber: Agence France-Presse - Terjemahan: DokterMu.com