Tentang kesehatan

Raksasa Perusahaan Rokok Menentang Undang-Undang Kemasan Rokok Polos

SYDNEY, 27 Juni 2011 (AFP) - Raksasa perusahaan rokok global, Philip Morris mengatakan pada hari Senin bahwa akan melayangkan tindakan hukum menentang pemerintah Australia atas rencananya dalam memperkenalkan kemasan rokok polos, dan memperingatkan bahwa kerugian akan mencapai milyaran dolar.

Berdasarkan undang-undang yang diusulkan pemerintah yang ditujukan guna mengurangi tingkat aktifitas merokok, karena berlaku mulai tahun depan, semua logo akan dihilangkan dari kemasan rokok dengan merek perusahaan yang dicetak menggunakan bentuk huruf khusus.


Seluruh kemasan juga akan berwarna hambar hijau zaitun dan mengandung peringatan kesehatan seperti penggunaan warna hitam, bergambar gusi yang bermasalah, mata yang buta dan pasien anak-anak di rumah sakit.

Proposal yang ditujukan telah membuat kecewa para perusahaan rokok terbesar, yang mengatakan bahwa masalah ini akan mengurangi profit mereka dan melihat adanya produk-produk palsu yang membanjiri pasar karena kemasan polos yang mudah diproduksi ulang.

Philip Morris Asia yang berbasis di Hong kong (PMA), yang mendistribusikan merek seperti Marlboro dan Peter Jackson di Australia akan berpendapat bahwa Canberra melanggar perjanjian investasi antara kedua negara.

"Penghapusan merek secara paksa dan kekayaan intelektual berharga lainnya adalah suatu pelanggaran jelas terhadap syarat-syarat perjanjian investasi bilateral antara Australia dan Hong kong," juru bicara PMA Anne Edwards mengatakan dalam suatu pernyataannya.

"Kami yakin bahwa kami memiliki kasus hukum yang sangat kuat dan akan mencari kompensasi finansial yang signifikan untuk kerugian pada bisnis kami ini."

Pemberitahuan klaim akan ditanggapi pada hari Senin, yang akan memulai negosiasi selama tiga bulan dan jika tidak ada resolusi yang penting maka akan dilanjutkan ke arbitrase.

"Tindakan hukum bukan hal yang kita anggap enteng, namun sayangnya pemerintah telah meninggalkan kami dengan tidak adanya pilihan," Edwards menambahkan.

Pernyataan Philip Morris yang dikutip oleh Don Wallace Jr., ketua Institusi Hukum Internasional dan seorang yang ahli dalam perselisihan investor antar negara mengatakan bahwa kompensasi bisa menjadi signifikan nantinya.

"Undang-undang kemasan rokok polos akan mengekspos Australia atas klaim yang beralasan dibawah perjanjian, menyebabkan pemerintah Australia berpotensi mengalami kerugian milyaran dolar," Wallace mengatakan.

Canberra mengatakan bahwa setidaknya 15,000 warga Australia meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok setiap tahunnya, dan karena penggunaan tembakau tersebut membuat pemerintah mengeluarkan biaya sebesar AUS$ 31,5 milyar setiap tahun untuk pembiayaan perawatan kesehatan dan kehilangan produktivitas.

Meskipun Australia akan menjadi negara yang pertama kali di dunia dalam mandat kemasan rokok polos, Selandia Baru, Kanada, dan Inggris akan mempertimbangkan kebijakan yang serupa pula.

 

 

Sumber: Agence France-Presse - Terjemahan: DokterMu.com


 

Olahraga dan kesehatan