Penelitian: Scan CT Mengurangi Kematian Karena Kanker Paru-Paru Sebesar 20%WASHINGTON, 29 Juni 2011 (AFP) - Para perokok atau mantan perokok berat yang melakukan skrining scan CT dosis rendah mengalami pengurangan sebesar 20 persen pada kematian karena kanker paru-paru dibandingkan mereka yang menggunakan sinar-X dada, seperti yang ditemukan sebuah studi penelitian di AS pada hari Rabu.

Percobaan Pemeriksaan Paru Nasional yang dilakukan mulai tahun 2001 di antara 53.454 pasien

yang berisiko tinggi mengembangkan kanker paru-paru, merupakan yang pertama yang menunjukkan bahwa skrining scan CT dosis rendah dapat mengurangi kematian yang disebabkan kanker paru dengan mengidentifikasikan tumor lebih awal.

Kanker paru-paru adalah bentuk kanker yang paling mematikan di Amerika Serikat, di mana lebih dari 94 juta perokok atau bekas perokok berada pada risiko tinggi terkena penyakit tersebut.

Pasien seringkali tidak menyadari bahwa mereka memiliki kanker paru-paru sampai akhirnya mereka merasakan gejala-gejala penyakit tersebut, pada saat kanker tersebut sudah di tingkat lanjut dan memiliki peluang lebih sedikit untuk dapat disembuhkan.

Para ilmuwan membandingkan tingkat kematian antara para perokok dan mantan perokok berat antar usia 55 hingga 74 tahun yang menerima tiga kali skrining scan CT dosis rendah per tahun, dibandingkan dengan mereka yang menerima sinar-X dada untuk studi yang dilakukan hampir selama satu dasawarsa.

Para peserta setidaknya merokok sebungkus sehari selama minimal 30 tahun dan merupakan perokok atau mantan perokok tanpa gejala, pertanda atau sejarah kanker paru-paru.

Scan CT (tomografi komputer heliks) menggunakan sinar-X untuk memperoleh scan multi-gambar dada secara keseluruhan, sementara sinar-X dada standar menghasilkan gambar tunggal dada di mana seluruh struktur anatomi seperti di atas satu sama lain, dan dengan demikian kadang-kadang menyembunyikan tumor kanker pada tahap awal.

"Hasil dari penelitian mengatakan bahwa sudah saatnya mempertimbangkan skrining LDCT untul kanker paru-paru," kata Constantine Gatsonis, seorang statistik terkemukan di dalam percobaan itu dan dan ketua biostatistik dalam program kesehatan masyarakat di Sekolah Kedokteran Warren Alpert Universitas Brown.

"Untuk pertama kalinya, kita memiliki penelitian yang mengatakan, 'Ya, Anda sebenarnya bisa mengurangi kematian kanker paru-paru pada perokok berat melalui skrining.' Ini hal yang luar biasa."

Rekan pelaku studi, Ilana Gareen mencatat bahwa dampak skrining tidak harus diperhitungkan sendirian, melainkan bersama-sama dengan diagnosis.

"Skrining dan diagnosis berkelanjutan juga akan memberikan pengaruh terhadap kesehatan emosional dan fisik pasien dan akan mengakibatkan peningkatan pemanfaatan perawatan kesehatan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Hasil dari penelitian yang dipublikasikan secara online di dalam Jurnal Kedokteran New England, menyediakan analisis lebih terinci mengenai hasil yang pertama kali dipublikasikan di bulan November 2010, bersamaan dengan data tambahan yang menunjukkan hubungan yang lebih kuat antara penggunaan scan CT dan penurunan tingkat kematian.

Sumber: Agence France-Presse - Terjemahan: DokterMu.com