Tentang kesehatan

Penelitian: Adanya Obat yang Meningkatkan 50 persen Waktu Pertahanan Akibat Gigitan Ular

PARIS, 26 Juni 2011 (AFP) - Menggosok bagian tubuh akibat terkena gigitan ular dengan salep yang dapat memperlambat fungsi kelenjar getah bening, bisa meningkatkan waktu pertahanan sampai dengan 50 persen, menurut penelitian yang dirilis pada hari Minggu.

Dalam percobaan pada manusia dan tikus, peneliti di Australia menunjukkan bahwa kelas senyawa yang disebut donor oksida nitrat, dapat menunda masuknya racun yang berpotensi mematikan akibat gigitan ular ke dalam aliran darah.


Oksida Nitrat (NO), suatu molekul yang terlibat dalam regulasi tekanan darah dan mengontrol aktifitas otak, telah terbukti menurunkan tekanan darah pada pasien yang menderita stroke akut.

Penemuan baru ini melebihi kepentingan akademis: setiap tahun 100,000 orang di seluruh dunia, tewas akibat gigitan ular, dan 400,000 orang lainnya harus mengalami amputasi limfa yang telah terinjeksi dengan racun.

Telah diketahui sejak dulu bahwa banyak ular-ular berbisa yang racunnya mengandung molekul-molekul besar yang dapat berpindah ke dalam sistem limfatik pada tubuh manusia sebelum memasuki aliran darah.

Secara terpisah, para ilmuwan juga telah menetapkan bahwa oksida nitrat memperlambat mekanisme pompa pada sistem limfatik, suatu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membawa cairan bening menuju jantung, yang disebut dengan limfa.

Dirk van Helden, seorang peneliti di Universitas Newcastle di New South Wales, menempatkan dua fakta tersebut guna menyarankan kemungkinan pengobatan akibat gigitan ular.

"Kami membuat hipotesis bahwa pelepasan senyawa oksida nitrat yang dioleskan dapat memperlambat waktu perpindahan limfatik dan masuknya racun ke dalam sirkulasi, sehingga menunda timbulnya toksisitas," pernyataan yang ditulis oleh Dirk van Helden dan koleganya pada penelitian ini.

Untuk menguji teori mereka, peneliti menyuntikkan substansi pengganti racun kedalam salah satu kaki pada 15 orang relawan, dan mengukur waktu yang dibutuhkan agar pengganti racun tersebut mencapai kelenjar getah bening yang berada pada bagian tubuh selangkangan.

Percobaan tersebut kemudian diulangi, namun kali ini obat salep telah di gosokan tersebar ke bagian yang tertusuk dalam waktu 1 menit setelah injeksi.

Hasilnya: waktu perpindahan mengalami penurunan, rata-rata antara 13 menit sampai 54 menit, empat kali lebih lambat.

Percobaan lanjutan dengan menggunakan racun asli pada tikus dan memberikan hasil yang kurang lebih sama.

Akhirnya, para peneliti membandingkan waktu bertahan pada tikus yang telah diinjeksi racun, dengan menggunakan salep dan yang tidak menggunakan salep, menemukan bahwa oksida nitrat pada tikus yang menggunakan salep, tetap bernafas 50 persen lebih lama.

"Hasil ini menunjukkan metode baru terhadap pertolongan pertama akibat gigitan ular yang mungkin berguna juga untuk gigitan di bagian tubuh atau kepala," para peneliti menyimpulkan.

Saat ini, pengobatan yang paling umum digunakan adalah dengan melumpuhkan pasien dan membatasi aliran darah sebanyak mungkin sampai bantuan medis tersedia.

 




Sumber: Agence France-Presse - Terjemahan: DokterMu.com

 

Olahraga dan kesehatan