Para Perokok Menghadapi Risiko Kematian Kanker Prostat Lebih Tinggi

Para Perokok Menghadapi Risiko Kematian Kanker Prostat Lebih TinggiWASHINGTON, 21 Juni 2011 (AFP) - Para perokok yang didiagnosa kanker prostat lebih cenderung untuk memiliki tumor agresif dan menghadapi risiko kematian yang disebabkan oleh penyakit ini lebih tinggi daripada yang bukan perokok, ungkap peneliti AS pada hari Selasa.

Pria yang merokok pada saat diagnosa menghadapi risiko 61 persen lebih tinggi untuk

menderita kanker prostat dan 61 persen lebih tinggi kesempatan kanker tersebut kembali lagi dibandingkan pria yang tidak pernah merokok, jelas para peneliti dari Kesehatan Publik Harvard School dan Universitas California, San Fransisco.

Di antara pada perokok dan bukan perokok yang kankernya belum menyebar (yang dikenal dengan kanker metastatis) pada saat didiagnosa, para perokok memiliki risiko 80 persen lebih tinggi untuk sekarat karena kanker prostat mereka.

Meski demikian, mantan perokok yang telah berhenti 10 tahun atau lebih sebelum mereka didiagnosa memiliki risiko kambuh dan kematian yang mirip dengan pria yang tidak pernah merokok, ungkap studi yang dipublikasikan di dalam Jurnal American Medical Association (Asosiasi Kedokteran Amerika).

"Data ini menarik karena ada beberapa cara yang dikenal bagi seorang pria untuk mengurangi risiko menderita kanker prostat," kata peneliti senior Edward Giovannucci, seorang profesor Nutrisi dan Epidemologi Havard.

"Bagi para perokok, berhenti dapat mempengaruhi risiko mereka sekarat karena kanker prostat. Ini merupakan alasan lain untuk tidak merokok."

Studi yang meneliti catatan kesehatan dari sejumlah 5.366 orang pria yang didiagnosa kanker prostat antara tahun 1986 dan 2006. Selama itu, mereka menemukan 1.630 kematian, 524 (32%) karena kanker prostat dan 416 (26%) karena penyakit jantung.

Kanker prostat merupakan kanker yang paling sering ditemukan di antara pria AS dan mempengaruhi sekitar satu dari enam orang Amerika di dalam kehidupan mereka.

 

Sumber: Agence France-Presse - Terjemahan: DokterMu.com

Foto AFP oleh Paul J. Richards

Para perokok sedang menikmati ruang tunggu Bandara Washington's Dulles International Airport, 28 Maret 2007