Suatu penelitian tentang bagaimana aromaterapi mempengaruhi kesehatan gagal untuk menunjukkan perbaikan dalam status kekebalan, penyembuhan luka, atau kontrol nyeri antara orang-orang yang terkena dua aroma.

Namun hasil uji coba terkontrol secara acak, yang diterbitkan dalam suatu  jurnal kesehatan, memang menunjukkan apakah lemon (dianggap stimulan) berpengaruh untuk meningkatkan suasana hati, sedangkan lavender (dianggap relaksan ) tidak berpengaruh pada suasana hati.

Para peneliti dari salah satu universitas mancanegara mengumpulkan sekelompok 56 pria dan wanita berusia 18-43 tahun. Peserta terkena aroma lavender, aroma lemon, dan tidak ada aroma (plasebo) sebelum dan sesudah mengalami  stres (menggunakan perekat untuk kulit dan melepaskannya, dan selalu merendam kaki dalam air dingin) pada tiga kunjungan terpisah. Beberapa Peserta tidak diberi informasi tentang aroma yang akan mereka cium, sementara yang lain diberi informasi tentang aroma yang akan mereka cium dan apa hasil yang diharapkan. Para peneliti menganalisa sampel darah peserta untuk kehadiran indikator stres (seperti kortisol dan norepinefrini) dan penanda biokimia tidak menunjukkan perubahan yang menunjukkan sistem kekebalan tubuh (seperti interleukin-6 dan interleukin-10). Oleh karena itu peneliti menilai suasana hati melalui berbagai tes psikologi. 

Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa tak satupun dari aroma lavender ataupun lemon menunjukkan pengaruh terhadap denyut nadi, tekanan darah, penyembuhan luka, meredakan  nyeri, atau kadar interleukin-6 atau interleukin-10. Namun, dengan lemon, kadar norepinefrin dalam darah tetap tinggi setelah perendaman dalam air es; tingkat hormon stres menurun ke tingkat pra-stress dalam merespon bau lavender atau air suling.

Laporan dan tiga tes penilaian suasana hati lain menunjukkan bahwa aroma lemon memiliki efek positif pada mood terlepas dari harapan atau penggunaan aromaterapi sebelumnya . Sebaliknya, indikator sintesis Menunjukkan bahwa efek lavender pada suasana hati tidak lebih baik daripada air di beberapa tes. 

Para peneliti menyimpulkan bahwa tidak satupun aroma menawarkan manfaat yang berhubungan kesehatan.