Tentang kesehatan

Meluruskan Visi/Impian Remaja dari Pengaruh Narkobaita sebagai manusia memang diciptakan untuk menjadi pencari visi universal. Yang selalu kita inginkan adalah melihat keseluruhan, dan memahami keterlibatan kita di dalamnya.

Keinginan ini semakin meningkat saat kita memasuki masa remaja, saat tubuh kita mulai mengembangkan dimensi alam yang prokreatif, dan

keinginan untuk terlahir dalam kehidupan yang baru berakar di dalam hati. Remaja didorong untuk bersosialisasi dengan teman sebaya mereka, terbawa ke dalam pencarian tentang apa peran mereka di dalam masyarakat.

Pertentangan antara kekuatan insting dengan masyarakat, mengakibatkan energi psikis remaja tertekan dengan kuat, sehingga tunas pertama kepribadian mulai terungkap, kemudian jati dirinya mulai memunculkan identitasnya sendiri, begitu pula dengan sikap terhadap dirinya sendiri. Jika dilakukan secara alami, visi tersebut akan muncul dan akan memandu seseorang sepanjang hidup untuk mewujudkan visi itu. Dunia dan kepribadian akan berkembang. Dorongan universal untuk mencari visi ini, sayangnya diperoleh dengan cara yang keliru yaitu dengan mengkonsumsi narkoba.

Penyalahgunaan obat pada remaja timbul karena kebutuhan yang mendesak untuk memperoleh visi, sebuah gairah yang lebih terlihat jelas pada masa remaja, yang disebabkan karena pengalaman mereka yang masih kurang. Visi tersebut bukan milik remaja. Gairah tersebut membutuhkan wawasan, tapi wawasan itu hanya bisa diperoleh melalui pengalaman yang panjang, dan akan lebih berarti jika dalam memperolehnya disertai dengan penderitaan dan perjuangan yang berat. Menurut the Grail, tonggak ahli filsafat yang diyakini oleh alkemis bisa mengubah masalah dasar menjadi emas, demi memenuhi tuntutan memperoleh visi tersebut, para remaja melakukannya melalui obat-obatan psychedelic (obat yang bisa memunculkan halusinasi).

Sekali saja mencicipi obat-obatan psychedelic, jika pengalaman pertama itu sangat menyenangkan atau memiliki efek yang menyatukan semua pengalaman mereka yang bisa memberikan wawasan atau visi (yang bisa salah atau benar), maka obat tersebut akan dicari oleh remaja sesering mungkin dalam rangka memperbaharui visi dan efek-efeknya. Kesulitannya, karena mereka memperoleh semuanya itu dari pengaruh obat, visi tersebut harus selalu diperbarui, dan akhirnya mereka akan selalu membutuhkan obat-obatan. Obat-obatan tersebut memberi solusi bagi mereka untuk memperoleh visi yang mereka inginkan, tapi akhirnya kepribadian dan kebijaksanaan mereka tidak akan berkembang.

Sebuah visi yang membutuhkan penyegaran secara terus-menerus bukanlah sebuah visi yang asli, tetapi ilusi. Obat-obatan psychedelic menghasilkan efek yang tepat, yaitu ilusi tersebut. Karena ilusi yang tidak memiliki struktur yang nyata tidak bisa diterapkan secara efektif di dunia yang sebenarnya. Ilusi, jika dikejar tidak akan membawa mereka untuk mencapai harapan yang diimpikan, bahkan akhirnya akan berakhir dalam kekosongan. Jika tidak segera diselamatkan, para remaja ini akan menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit jiwa.

Ketika mengobati remaja pengguna narkoba, kita tidak boleh melupakan dorongan atau hasrat yang telah tertahan oleh obat-obatan tersebut, yaitu keinginan untuk mencari visi atau impian. Hal ini penting untuk mengembalikan remaja pada pencarian mereka yang sebenarnya dan memberi mereka wawasan yang asli. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti apresiasi terhadap alam, seni dan musik, filosofi, ilmu pengetahuan atau agama. Pencarian ini telah memberi manusia visi tentang diri sendiri dan dunia yang menopang kemanusiaan selama berabad-abad. Pemulihan disini, juga berarti pemulihan pada diri remaja untuk mencari jati diri mereka.