Bertahan dari Intoleransi Makanan

Bertahan dari Intoleransi MakananMasalah kesehatan yang sekarang meningkat di Amerika adalah alergi dan intoleransi terhadap makanan yang tampaknya umum. Makanan pokok seperti susu, gandum, dan yang lainnya membawa pengaruh yang sangat negatif pada sistem pencernaan kita. Jika Anda berpikir Anda mungkin menderita intoleransi makanan,

artikel ini akan memberikan Anda informasi yang dibutuhkan untuk mendiagnosis dan memahaminya, serta memberikan penerangan dalam efek mengurangi nya.

Jadi apa yang membedakan intoleransi makanan dari alergi makanan? Dua kondisi ini sering dicampuradukkan, namun pengobatan yang dilakukan sangat berbeda untuk keduanya. Alergi makanan adalah hipersensitivitas imunologi, dimana tubuh menghasilkan reaksi kekebalan terhadap makanan yang dikonsumsi cepat. Alergi, pada dasarnya tubuh menyerang makanan yang bermasalah karena kesalahan pada zat yang tidak diinginkan. Sebagai perbandingan, intoleransi makanan tidak melibatkan reaksi kekebalan. Sebaliknya, ada beberapa penyebab yang terlibat didalamnya, dari sisi metabolisme dimana tubuh tidak dapat memproses gizi tertentu yang terkandung dalam makanan seperti asam laktat, dari sisi farmakologi di mana tubuh bereaksi untuk melacak senyawa dalam makanan, dan dari sisi psikologis di mana reaksi fisik dipicu dari emosi atau ingatan yang berhubungan dengan makanan.

Satu hal yang membuat intoleransi makanan lebih sulit untuk diobati adalah lamanya durasi gejala muncul. Tidak seperti alergi yang hadir dengan cepat setelah konsumsi, reaksi intoleransi dapat hadir setelah berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Intoleransi dapat menyerang saluran pencernaan, kulit atau sistem pernafasan. Selain itu ada sejumlah kondisi yang dapat dipicu oleh intoleransi makanan, seperti sindrom iritasi usus besar. Menguraikan akar penyebab dari semua gejala intoleransi yang muncul bisa menjadi rumit.

Jelas, pengobatan yang paling efektif untuk intoleransi makanan adalah mengeluarkan makanan atau bahan yang menjadi penyebab dari menu makanan. Dokter biasanya akan memberikan resep diet eliminasi untuk menentukan penyebab intoleransi ini dan berkonsultasi dengan ahli gizi untuk membuat sebuah rencana makanan dengan nutrisi yang memadai. Salah satu alergi makanan yang paling umum saat ini adalah laktosa, yang hadir dalam produk susu dan keju. Akar intoleransi laktosa yang didasari oleh rendahnya asam laktase pada tubuh, diperkirakan diturunkan secara genetik, dan ras-ras tertentu memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita intoleransi ini. Untungnya, ilmu pengetahuan modern telah mengembangkan makanan pengganti. Bahkan orang yang paling tidak toleran kini dapat bertahan dan mengalami kemajuan. Selain itu, ada sejumlah obat untuk membantu sistem pencernaan yang tidak toleran dalam proses pencernaan.

Dan tentu saja, jika Anda merasa punya alergi makanan atau intoleransi, konsultasikan segera dengan dokter Anda. Semakin cepat Anda mendapatkan perawatan, semakin cepat Anda boleh menyantap setiap makanan.