Tentang kesehatan

alergieberapa kasus medis yang telah dilaporkan di klinik adalah beberapa masalah yang sebenarnya bisa saja ditangani sebelum masalah tersebut menjadi serius. Permasalahan sesungguhnya adalah kurangnya pengetahuan dari orang tua yang sebenarnya dapat membantu mereka untuk mengetahui kapan sebaiknya mengonsultasikan anaknya ke dokter sebelum

keadaan menjadi tidak terkendali. Informasi tentang berbagai alergi pada anak telah tersebar luas di media dan internet. Dengan memahami gejala-gejala utama alergi, maka akan dapat membantu dalam mengendalikan atau bahkan mengobati alergi. Reaksi sensitivitas ini akan timbul saat tubuh mengalami suatu hal yang membuatnya untuk memberikan respon. Saat tubuh mendapatkan suatu zat yang berbahaya, tubuh akan membentuk antibodi-antibodi untuk melindungi dirinya. Akibatnya, antibodi tersebut akan memproduksi bahan kimia untuk melawan zat penyusup atau alergen tersebut. Saat bahan kimia ini mulai bereaksi di dalam tubuh, seseorang akan merasakan dampaknya di organ-organ tubuhnya.

Salah satu bentuk reaksinya yang paling sering adalah reaksi yang didapat akibat makanan. Anda mungkin akan mendapati anak Anda memberikan reaksi yang aneh terhadap beberapa makanan tertentu. Reaksi ini bisa dipicu oleh telur, kacang-kacangan, susu sapi, kedelai, ikan dan bahan makanan lainnya, dan mungkin Anda akan melihat reaksinya dalam beberapa bentuk gejala seperti muntah, ruam kemerahan, hidung meler, mata kemerahan dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui apakah anak Anda memiliki reaksi ini terhadap makanan tertentu, Anda dapat melakukan suatu tes tusukan. Tes ini dilakukan dengan memberikan sedikit tusukan kecil di lengan bawah. Jika alergen yang ditusukkan, maka akan muncul suatu bekas yang memberikan rasa gatal-gatal. Satu tes lainnya yang juga mudah dilakukan adalah tes eliminasi. Prosedur tes ini akan memakan banyak waktu , namun hasil yang diberikan cukup baik. Di dalam tes ini akan melibatkan penghidangan beberapa jenis makanan. Lalu terlebih dahulu Anda mulai memberikan makanan yang menurut Anda tidak akan menyebabkan alergi kepada anak Anda. Amati pola makan anak Anda selama beberapa hari, termasuk terhadap makanan yang Anda curigai satu per satu. Tes ini akan membantu Anda untuk menemukan makanan sumber alergennya. Anda akan dapat mengatasi masalahnya langsung melalui penyediaan makanan ini.

Melalui tes ini, berarti Anda memberi anak Anda makanan yang menurut Anda mungkin akan membuatnya alergi. Ini mungkin berisiko, tetapi tes yang mudah. Jika semua tes gagal, segera pergilah ke dokter untuk dilakukan tes darah. Alergi lain yang dapat terjadi pada anak-anak dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan. Gejala-gejalanya mungkin sama dengan gejala alergi akibat makanan, dengan beberapa tambahan berupa gangguan pencernaan, sesak nafas, dan bahkan perubahan warna kulit. Beberapa reaksi mungkin ringan, sementara beberapa reaksi lainnya memerlukan bantuan medis secepatnya. Obat-obatan yang mungkin dapat membuat anak Anda mengalami alergi adalah penisilin, aspirin, obat-obatan golongan sulfa, dll. Karena kasus alergi akibat obat lebih parah, daripada melakukan tes untuk memastikan reaksi alerginya, solusi terbaiknya adalah segera menghentikan penggunaan obatnya dan kemudian mengatasi gejala-gejala yang timbul seperti gatal-gatal dan gangguan pencernaan.

Masih mengenai alergi pada anak-anak, beberapa di antaranya mungkin dapat sensitif terhadap sinar matahari. Setelah berada dil uar selama beberapa menit, kulit mereka akan mulai mengelupas atau mengalami luka bakar. Hal ini dapat terjadi pada anak-anak berkulit putih, anak-anak dengan rambut tidak terlalu berwarna atau mereka yang mengkonsumsi obat-obatan yang membuat kulitnya hipersensitif. Jika kasusnya tidak parah, Anda dapat menolongnya dengan menghindarkannya dari sinar matahari langsung atau mengoleskan gel pada bagian tubuhnya yang sensitif. Alergi pada anak yang lainnya termasuk juga yang disebabkan sensitivitas terhadap jamur, lateks, dan kosmetik. Cukup dengan memeriksa ada atau tidaknya gejala-gejala yang umum terjadi seperti sesak napas, kulit gatal-gatal, mata kemerahan, dan ruam kulit. Meskipun reaksi alergi dapat diwariskan secara genetik, Anda perlu melindungi anak Anda dari rasa ketidaknyaman yang dideritanya dengan cara menemukan penyebab sensitivitasnya sebelum kondisi tersebut mengusai hidup anak Anda.