Mengatasi Selulit dengan Sedot Lemak

Mengatasi Selulit dengan Sedot Lemakelulit adalah tonjolan-tonjolan yang muncul pada kaki, lengan, perut dan bokong wanita seiring dengan pertambahan usia. Penyebabnya dapat dikarenakan hormon, keturunan genetis, gizi buruk, dehidrasi, usia dan hilangnya kolagen. Kebanyakan wanita membenci selulit dan sayangnya lebih dari 85% wanita mengalaminya. Wanita Amerika menghabiskan

jutaan dolar setiap tahun pada perawatan dan terapi untuk menghilangkan selulit.

Salah satu perawatan yangg paling sering dilakukan adalah sedot lemak di bagian perut, punggung, paha, bokong dan leher. Pasien berharap perawatan ini akan menghapus jaringan lemak subkutan yang bertanggung jawab atas terjadinya selulit.

Risiko untuk perawatan secara sedot lemak adalah  alergi terhadap anestesi, terjadinya infeksi, pembekuan darah, dan kerusakan saraf. Risiko lain yang lebih erat terkait dengan sedot lemak adalah gesekan luka bakar, akumulasi cairan dan kehilangan cairan yang berlebihan.

Biaya untuk sedot lemak sangat bervariasi dari satu ahli bedah ke ahli bedah lainnya. Sedot lemak memiliki variasi biaya yang lebih banyak dari bedah kecantikan lainnya. Beberapa dokter memiliki struktur biaya berdasarkan pada seberapa banyak lemak yang disedot selama operasi. Ahli bedah lainnya memiliki struktur biaya berdasarkan berapa banyak prosedur yang dilakukan selama operasi dan yang lain menggunakan waktu yang dihabiskan selama operasi keseluruhan.

Ada efek jangka panjang dari sedot lemak ini yaitu mencakup warna kulit yang mengalami kecoklatan pada sekitar lokasi setelah operasi. Efek samping yang paling sering terjadi dari prosedur terbaru yaitu sedot lemak dengan penggunaan ultrasound.

Sedot lemak untuk selulit adalah prosedur yang baik untuk wanita yang ingin tonjolan-tonjolan besar jaringan lemaknya dibuang karena tidak menghilang akibat penurunan berat badan atau berolahraga. Namun, menghilangkan selulit hanya dengan sedot lemak bukanlah pilihan yang baik bagi mereka yang ingin menyingkirkan lemak di tingkat subkutan. Seseorang yang memiliki sejumlah besar selulit bukanlah kandidat yang tepat untuk operasi  sedot lemak karena mereka dapat mengalami penyimpangan kulit akibat dari koreksi timbunan lemak.

Sedot lemak digunakan bersama dengan pengobatan lain seperti Endermolgie, yang merupakan teknik non-invasif menggunakan mesin untuk membuat lipatan kulit menggunakan teknik pijat dan hisap. Lipatan ini memanfaatkan  mobilisasi jaringan kulit untuk meningkatkan aliran darah dan drainase limfatik.

Pemulihan dari operasi sedot lemak biasanya berlangsung berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan disertai rasa sakit.
Dengan teknologi terbaru, penyembuhan saat ini jauh lebih cepat dan beberapa pasien dapat kembali bekerja dalam beberapa hari. Pakaian yang terkompresi, sering digunakan dalam pemulihan pasien yang mengalami efek samping terbakar, pakaian ini memainkan peran penting dalam pemulihan sedot lemak secara cepat. Selain membantu menyembuhkan luka mereka sering membantu mencegah penggumpalan darah.

Liposuction tumescent adalah metode yang mengurangi invasi dan memungkinkan untuk pemulihan lebih cepat. Pada dasarnya anestesi, garam dan adrenalin disuntikkan langsung di bawah kulit. Anestesi membuat areanya menjadi kebal sementara adrenalin menyempitkan pembuluh darah dan garam memperbesar daerah di mana ahli bedah bekerja. Pasien melaporkan nyeri yang lebih sedikit di bawah bius lokal dan kurangnya nyeri pasca-operasi.

Jika Anda mempertimbangkan sedot lemak untuk mengatasi selulit, bahaslah pilihan Anda mengenai risiko dan keuntungannya dengan ahli bedah yang terpercaya. Meskipun sedot lemak tampak seperti pilihan yang mudah, namun kadang segalanya tidak seperti apa yang nampak.

Olahraga dan kesehatan