Krim Selulit

Krim Selulitelulit adalah ‘kulit jeruk’ yang tak terlihat yang muncul di kaki bagian atas Anda, paha, perut, dan lengan bagian atas. Disebabkan oleh simpanan lemak yang tidak tepat, dari kerusakan mikro vascular, meningkatnya cairan dan menetapnya getah bening. Seolah merupakan hak bagi setiap wanita, perawatan serta terapi untuk selulit sedang dicari di

seluruh dunia. Coba bukalah majalah perempuan, atau ketika Anda masuk ke dalam sebuah spa pasti Anda akan menjumpai krim selulit yang menjanjikan Anda untuk mengurangi kulit Anda yang kurang enak dilihat itu, yang sering kali menyebabkan berbagai ketidaknyamanan.

Sebagian besar krim anti selulit mengandung kafein atau aminofilin (dua-duanya mengeringkan) dan retinal atau DMAE sebagai kandungan khusus untuk membantu mengurangi munculnya selulit. Krim anti selulit akan menjanjikan kurangnya kemunculan selulit, tapi tidak mengurangi selulit atau menghilangkannya karena memang sebenarnya tidak bisa. Secara teori, kafein atau aminofilin, akan mengeringkan kulit membuatnya lebih kencang dan kuat. Hal ini akan mengurangi munculnya selulit, paling tidak sementara waktu. Sayangnya jika penggunanya berhenti mengoleskan krim anti selulit, maka selulit tersebut akan muncul lagi.

Berdasarkan sebuah penelitian , 70% perempuan mengaku memiliki selulit yang tampak. Jumlah ini malah bisa melebihi 85% jika Anda bertanya kepada peneliti atau dokter lain. Perempuan mengalami hal ini lebih dari laki-laki karena perempuan memiliki faktor penyebabnya dan laki-laki tidak. Faktor penyebabnya antara lain : kulit yang lebih tipis dan akibat dari estrogen dan progesterone ketika lemak disimpan dan selulit terbentuk.

Beberapa perempuan bahkan ada yang sampai menggunakan vacuum cleaner pada tubuh mereka untuk membantu “menyedot” keluar sel-sel lemak, karena dikira mampu memberikan efek yang sama dengan mesin yang digunakan di spa-spa mahal, tapi nyatanya tidak berhasil.

Retinol dalam krim anti selulit seharusnya bekerja dengan menembus kulit dan meningkatkan produksi kolagen, yang akan membuat kulit lebih tebal. Jika kulit lebih tebal, maka kerutan jaringan lemak tidak akan terlihat, tapi hal ini tidak akan mengurangi simpanan lemak di dalam jaringan dibawah lapisan kulit, yang mana jaringan itulah selulit itu sendiri. Masalah dari teori ini adalah jumlah pasti retinol yang dibutuhkan untuk melakukan tugas ini masih belum diketahui. Dan belum ada metode standar dalam mengukur selulit, jadi pengukuran selama penelitian akan sangat sulit atau tidak mungkin dilakukan.

Krim anti selulit lain menggunakan DMAE atau dimethylaminoethanol, sebuah anti oksidan yang di ekstrak dari ikan dan seharusnya bisa menstimulasi otot-otot agar menjadi lebih kuat dan menyembunyikan selulit.

Sampai sekarang masih belum ada bukti ilmiah bahwa krim anti selulit bisa berhasil. Para dokter merekomendasikan jika pasiennya mau mencoba krim anti selulit, maka gunakan dulu yang murah selama 8 minggu. Jika krim yang murah itu tidak berhasil, maka kemungkinan besar krim lain juga tidak bisa. Dan selain itu, ingat bahwa kinerja krim tersebut akan hilang jika Anda berhenti menggunakannya.

Beberapa dokter menyarankan perempuan untuk belajar menerima selulit sebagai bagian normal tubuh mereka, tapi mungkin orang seperti itu merupakan laki-laki atau perempuan yang tidak tahu rasanya memiliki masalah dengan selulit.

Olahraga dan kesehatan