Kanker Serviks

Kanker serviksanker serviks merupakan keganasan pada leher rahim. Di seluruh dunia, ini merupakan kanker kedua yang paling umum terjadi pada wanita. Para ilmuwan mempelajari kanker serviks untuk

mengetahui lebih banyak tentang bagaimana kanker ini berkembang dan mereka mencari cara yang lebih baik untuk mendeteksi dan mengobatinya.

Kanker serviks muncul saat sel-sel di leher rahim mulai tumbuh tak terkendali, membentuk suatu massa jaringan berlebih yang disebut tumor. Tumor ganas adalah sel-sel kanker, dan dapat menyerang dan merusak jaringan dan organ sekitarnya. Sel-sel kanker dapat melepaskan diri dari badan tumor ganasnya dan memasuki sistem limfatik atau aliran darah. Dengan cara inilah kanker serviks menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti kelenjar getah bening di dekatnya, rektum, kandung kemih, tulang belakang, dan paru-paru. Penyebaran kanker merupakan suatu proses.

Kanker leher rahim berbeda dengan kanker yang awalnya muncul di bagian lain dari rahim dan juga membutuhkan perawatan yang berbeda. Kebanyakan kanker leher rahim/serviks adalah karsinoma sel skuamosa. Sel-sel skuamosa adalah sel yang tipis dan datar yang membentuk permukaan leher rahim. Bentuk kedua yang paling umum dari kanker serviks adalah adenokarsinoma, yang berasal dari sel-sel yang membentuk kelenjar yang ada di leher rahim.

Kanker leher rahim dapat disertai dengan perdarahan vagina tetapi gejala-gejalanya mungkin tidak terlihat sampai kanker telah memasuki tahap lanjut, sehingga hal ini telah membuat kanker leher rahim menjadi fokus pada upaya pemeriksaan mendalam menggunakan Pap smear. Sebagian besar penelitian ilmiah telah menemukan bahwa human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab atas sembilan puluh persen dari kasus kanker serviks. HPV adalah penyakit menular seksual yang sangat umum di masyarakat. HPV adalah virus yang menyebabkan kutil kelamin, tetapi memiliki kutil kelamin tidak selalu berarti terkena kanker serviks. Ada subtipe yang berbeda, atau strain, dari HPV dan hanya subtipe tertentu yang mungkin dapat menyebabkan kanker serviks, dan subtipe yang menyebabkan kutil tidak selalu menyebabkan kanker serviks. Namun, hampir semua kanker serviks memiliki bukti nyata adanya virus HPV di dalamnya, sehingga infeksi merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya kanker serviks. Karena infeksi penyakit menular seksual merupakan faktor resiko untuk kanker serviks, maka semua faktor resiko untuk terjadinya penyakit menular seksual juga menjadi faktor resiko untuk terjadinya kanker serviks. Faktor resiko penting lainnya adalah merokok, perokok setidaknya memiliki kemungkinan dua kali lipat dari non-perokok untuk terkena tumor leher rahim.

Gejala penyakit ini tidak akan muncul pada tahap awal kanker, itulah sebabnya penting untuk mendapatkan tes skrining Pap smear. Bila tumor bertambah ukurannya, ini akan menyebabkan berbagai gejala termasuk diantaranya perdarahan abnormal (perdarahan setelah hubungan seksual, perdarahan ditengah-tengah siklus haid, perdarahan haid yang parah/lama, atau perdarahan setelah menopause), cairan vagina abnormal (mungkin berbau busuk),  nyeri panggul atau punggung, nyeri saat buang air kecil, darah dalam tinja atau urin. Meskipun memiliki gejala-gejala ini, mungkin tidak berarti bahwa Anda memiliki kanker serviks, yang terbaik adalah selalu berkonsultasi dengan dokter Anda setelah Anda mengalami masalah ini. Jika kanker serviks terdeteksi dini, maka dapat diobati tanpa mengganggu kesuburan.

Olahraga dan kesehatan