Terapi bermain di sekolah

Terapi bermain

Dalam masa perkembangan anak, entah itu di usia pra sekolah maupun usia sekolah (dasar), banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan emosi, mental, dan perilaku anak. Lingkungan di mana anak tersebut berada memiliki pengaruh kuat. Ada beberapa contoh kasus riil terjadi. Lioni (bukan nama sebenarnya), 7 tahun ketika masuk sekolah dasar. Setelah beberapa hari mengikuti masa orientasi sekolah, Lioni tiba-tiba mengalami perubahan perilaku. Lioni sama sekali tidak mau ngomong. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Di sekolah, di tempat umum, ia tidak mau bicara. Namun berbeda saat ia berada di rumah. Lioni lancar berkata dan berkomunikasi dengan orang tuanya.

 

Kasus yang lain adalah anak yang kurang percaya diri karena orang tuanya bercerai. Dia mengalami kegelisahan yang tidak dimengertinya. Hal itu mengganggu performanya secara akademik dan pergaulan dengan teman-temannya di sekolah. Secara psikologis anak ini menderita tekanan yang menghambatnya untuk berkembang secara optimal. Bagaimana kita dapat menolongnya?

Sekolah adalah lingkungan yang seharusnya aman untuk anak bertumbuh tidak hanya secara fisik dan kognitif saja tetapi juga secara karakter, emosi, sosial dan mentalnya. Sekolah sangat mengandalkan guru untuk dapat mengajar dan mendidik anak. Kebanyakan guru sangat ingin membantu problem anak didiknya. Kenyataannya tidak semua anak memberi respon yang positif dan mau bekerjasama. Guru menjadi frustasi dan putus asa. Anak yang mengalami masalah biasanya sangat membutuhkan perhatian lebih yang tidak dapat diberikan oleh seorang guru yang sudah mempunyai banyak tanggung jawab. Untuk itu di sekolah diperlukan praktisi yang memahami kondisi anak yang mengalami masalah sosial, emosional, perilaku dan kesehatan mental. Proses perkembangan anak pasti terganggu bila terjadi stress karena trauma, bencana alam, sakit, kecelakaan, orangtua bercerai, kecanduan, kematian dan lain sebagainya yang nantinya juga berdampak pada proses belajar anak di sekolah. Anak-anak di usia belia mengalami kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya secara verbal. Oleh karena itu Terapi bermain menjadi intervensi yang diperlukan untuk membantu anak mengekspresikan perasaannya dengan aman. Bermain sendiri bersifat universal dan merupakan cara yang alami untuk anak mengungkapkan perasaan dan juga pandangannya terhadap diri mereka, orang lain dan dunia di sekitar mereka.

Praktek terapi bermain di sekolah akan sangat efektif bila didukung dengan dukungan, fasilitas dan pelatihan yang kompeten. Terapis bermain yang kompeten mengerti sejauh mana mereka dapat bekerja dengan anak-anak, guru-guru dan orangtua di lingkungan sekolah. Terlepas dari semua masalah anak yang terjadi di sekolah, sangat penting untuk mendukung praktek terapi bermain karena dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan, meningkatkan kemampuan untuk membuat pilihan yang lebih baik, merasa lebih percaya diri, dan mengurangi perilaku yang kurang baik di kelas. Tidak kalah penting juga intervensi terapi bermain di sekolah dapat meningkatkan kemampuan anak untuk belajar dan meningkatkan prestasi anak secara akademik.

Sumber: http://cae-indonesia.com/program-postgraduate-certificate-in-therapeutic-play-skills-kelas-bahasa-indonesia/

Olahraga dan kesehatan