Penyebab Trikotilomania

Penyebab Trikotilomania

stilah trikotilomania berasal dari bahasa yunani thrix, berarti rambut, tillein, berarti menarik dan mania, bahasa Yunani untuk kegilaan. Sesuai dengan namanya, trikotilomania adalah suatu kondisi kejiwaan di mana seseorang memiliki dorongan tak terkendali untuk mencabut rambut di tubuhnya sendiri. Bagi mereka yang menderita trikotilomania, mencabut rambut lebih dari sekedar suatu kebiasaan. Ini lebih merupakan suatu perilaku kompulsif, di mana

seseorang merasa sulit untuk menghentikan perilaku tersebut. Penyebab trikotilomania diperkirakan karena ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia.

Mereka yang menderita trikotilomania akan mencabut rambut hingga ke akar dari tempatnya, seperti kulit kepala, alis, bulu mata, atau bahkan daerah genital. Beberapa orang bahkan menarik segenggam rambut, sehingga meninggalkan bekas pitak di kulit kepala atau alis. Beberapa penderita mencabut rambutnya hanya sehelai sekali waktu. Beberapa di antaranya melihat-lihat rambutnya setelah dicabut. Sekitar setengah dari penderita juga memiliki kebiasaan meletakkan rambut yang tercabut ke dalam mulut.

Trikotilomania telah disebutkan sebagai suatu kelainan dalam catatan sejarah paling awal. Namun secara klinis, keadaan trikotilomania pertama kalinya dijelaskan pada tahun 1889 oleh seorang dokter prancis bernama Francois Hallopeau. Kondisi ini sangat jarang sekali terjadi - statistik memperlihatkan kondisi ini hanya mempengaruhi 1% hingga 3% populasi, meskipun penelitian yang baru menunjukkan tingkat kondisi ini sekitar 10% atau lebih tinggi.

Trikotilomania mempengaruhi dua kali lipat pada remaja perempuan juga laki-laki. Kebanyakan penderita trikotilomania akan mengembangkan kondisi ini selama masa remaja. Namun demikian, kondisi ini dapat dimulai ketika seseorang berumur 1 tahun.

Trikotilomania seringkali menjadi penyebab rasa malu, frustasi, memalukan, atau depresi pada mereka yang menderita gangguan ini. Mereka juga akan menderita rasa percaya diri yang rendah. Mereka biasanya mencoba menyembunyikan perilakunya ini dari orang lain. Karena fakta ini, pengasingan secara sosial adalah hal yang umum terjadi pada penderita trikotilomania. Lebih lagi, penderita biasanya juga mencoba menutupi pitak di kulit kepalanya menggunakan wig/rambut palsu, topi, syal atau jepit rambut, atau dengan memberi make-up atau bahkan dengan tato.

Penyebab Trikotilomania

Para dokter tidak banyak mengetahui tentang penyebab dari trikotilomania. Telah diyakini bahwa unsur genetik memainkan peran yang besar. Perilaku kompulsif seperti trikotilomania terkadang dapat diwariskan dalam keluarga. Beberapa psikiater berpikir mungkin kondisi ini berhubungan dengan OCD, (Obsessive-Compulsive Disorder) karena OCD dan trikotilomania merupakan kelainan-kelainan ansietas. Inilah salah satu alasan mengapa dorongan untuk mencabut rambut dapat menjadi sangat kuat ketika seseorang mengalami stres atau kekhawatiran.

Para ahli berpikir bahwa penyebab sebenarnya dari trikotilomania adalah ketidakseimbangan kimia dalam otak. Kimia-kimia ini, yang disebut neurotransmiter adalah bagian dari pusat komunikasi otak. Bila sesuatu mengganggu kinerja dari neurotransmiter, maka akan menyebabkan permasalahan seperti perilaku kompulsif.

Karena trikotilomania adalah suatu kondisi medis, ini bukanlah sesuatu yang kebanyakan orang bisa begitu saja berhenti melakukannya saat mereka menginginkannya. Penderita trikotilomania biasanya memerlukan pertolongan dari ahli medis terlebih dahulu sebelum mereka dapat menghentikannya. Dengan pertolongan yang tepat terlebih dahulu, kebanyakan orang dapat mengatasi dorongannya untuk mencabut rambutnya. Pertolongannya dapat meliputi terapi, medikasi, atau kombinasi keduanya.

Ada suatu terapi di mana teknik-teknik perilaku khusus digunakan untuk menolong mereka agar dapat mengenali dorongan mencabut rambutnya sebelum nantinya dorongan tersebut menjadi terlalu kuat untuk dilawan. Penderita belajar cara-cara untuk melawan dorongan tersebut sehingga dorongan tersebut menjadi semakin melemah dan kemudian menghilang.

Kebanyakan mereka merasa terbantu bila mereka menjaga tangannya untuk selalu sibuk dengan berbagai aktivitas (seperti meremas-remas bola tangan atau menggambar) pada saat-saat dorongan untuk menarik rambut semakin kuat. Bahkan kegiatan seperti merajut sambil menonton TV tampaknya juga membantu.

Olahraga dan kesehatan