Memahami Gejala Gangguan Jiwa Bipolar

bipolarajalah gosip seringkali senang berspekulasi tentang apakah seorang selebriti mungkin memiliki gejala gangguan jiwa bipolar. Britney Spears menggunduli kepalanya dan para psikologis majalah langsung terjun ke lapangan dan bersepekulasi tentang apa yang mungkin diidap Britney. Kapan saja terjadi sesuatu dengan seorang selebriti, maka mereka akan segera beraksi. Mereka melakukan hal ini karena

pada umumnya masyarakat suka membuat stereotipe tentang apa yang terjadi jika seseorang memiliki penyakit kejiwaan. Tentu saja, kenyataan dari penyakit kejiwaan seperti gangguan suasana hati sangat susah untuk distereotipekan. Khususnya gangguan jiwa bipolar, penyakit ini bisa sangat sulit didiagnosa atau dijelaskan. Jika Anda benar-benar ingin tahu bagaimana mengetahui jika seseorang memiliki gangguan bipolar ini, maka anda harus memperhatikan gejala-gejala berikut ini.

Gejala paling penting gangguan jiwa bipolar berhubungan dengan terjadinya serangkaian perubahan suasana hati yang naik turun. Selama duasana hati dalam keadaan yang sedang naik, si penderita bisa sangat senang, sangat penuh energi dan terlihat sedikit lebih dari biasanya. Pada sebagian orang, fase maniak menjadi terlalu tinggi sehingga membawa mereka ke dalam keadaan yang disebut hipomania - saat di mana mereka menjadi sangat hiperaktif sehingga mereka terputus dari kenyataan dan bertingkah gila. Jika hal tersebut terdengar seperti keadaan yang menciptakan rasa sakit saat di alami, hal itu tidak sepenuhnya benar. Orang yang berada dalam keadaan ini dapat menjadi sangat bahagia. Jika mereka bersifat artistik, mereka dapat mengalami saat-saat paling kreatif selama masa ini - contohnya seperti Van Gogh.

Kemudian ada sisi yang lainnya - ketika mereka kehilangan kegembiraan dan terserap ke dalam lubang hitam keputusasaan. Apa rasanya mengalami depresi jika Anda penderita bipolar ? Biasanya hal itu terasa sama dengan siapa saja yang mengalami depresi biasa. Anda tahu bahwa orang yang depresi mengalami sisi lain dari bipolar, saat obat anti-depresi biasa tidak mempan untuk mengatasinya. Obat anti-depresi dapat menyebabkan kondisi suasana hati mereka berubah-ubah naik dan turun lebih sering, atau hal itu membuat mereka sama sekali terputus dari kenyataan.

Jadi terdapat kondisi maniak dan depresi, apakah gejala gangguan jiwa bipolar ini selalu terjadi bergantian ? Ada masanya bagi kebanyakan penderita bipolar untuk berada dalam keadaan yang membingungkan, mereka dapat mengalami kedua kondisi tersebut pada saat yang bersamaan. Mereka terlihat gampang marah saat berada dalam keadaan ini. Karena mereka sepertinya tidak terlalu euforis atau terlalu depresi saat mereka mengalami kedua gejala yang menyerang otak mereka pada saat yang bersamaan, maka akan sulit menentukan apakah orang tersebut adalah penderita bipolar. Mereka hanya terlihat seperti seseorang yang mudah naik darah pada umumnya.

Untuk gejala selanjutnya, Anda mungkin harus sudah mengenal si penderita dengan baik. Bagian yang paling menyolok dari semua gejala gangguan jiwa bipolar adalah ketidakmampuan untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai. Kunjungi rumah mereka dan Anda akan menemukan bahwa mereka sedang memulai proyek baru. Entah bagaimana mereka merasa sulit untuk tetap melakukan satu hal. Hidup mereka merupakan katalog karya-karya hebat, semuanya hanya setengah jadi. Sudah menjadi sifat alami mereka untuk selalu berpindah ke sesuatu yang baru.

Kemudian, tentu saja terdapat permasalahan biasa yang dihadapi oleh orang-orang yang memiliki gangguan jiwa lainnya, masalah dengan obat-obatan dan alkohol, dan ketidakmampuan untuk berlaku baik di tempat kerja atau di sekolah. Tidak satupun dari gejala-gejala ini bisa secara langsung menunjukkan gangguan jiwa bipolar dengan sendirinya. Jika Anda mengenal seseorang yang memiliki salah satu dari gejala ini, Anda mungkin harus menggali lebih dalam demi mencari tahu seberapa banyak gejala yang mereka miliki.