Penyebab Folikulitis

Penyebab Folikulitisebuah folikel mengacu pada lapisan kulit atau rongga tempat rambut muncul pada permukaan kulit. Istilah folikulitis digunakan untuk menggambarkan kondisi rambut yang terkena radang. Berdasarkan organisme penyebabnya, yang menjadi penyebab

folikulitis dapat dicirikan sebagai berikut :

  • bakterial
  • folikulitis jamur
  • folikulitis virus
  • folikulitis parasit

Folikulitis Bakterial

Folikulitis bakterial terjadi ketika bakteri memasuki tubuh lewat luka, goresan, sayatan bedah, atau berkembang biak pada kulit dekat folikel rambut. Bakteri dapat terperangkap di sana dan infeksi dapat menyebar dari folikel rambut ke bagian lain dari tubuh. Folikulitis bakterial bisa dangkal atau mendalam. Folikulitis dangkal, yang disebut juga impetigo, terdiri dari bintil berisi nanah yang terangkat dari kulit. Bintil itu sering dikelilingi oleh lingkaran kemerahan.

Folikulitis dalam terjadi ketika infeksi menyerang lebih dalam dan melibatkan lebih banyak folikel untuk menghasilkan furunkel dan karbuncle. Ini lebih serius daripada folikulitis dan dapat menyebabkan kerusakan permanen dan menimbulkan luka yang membekas pada kulit. Folikulitis bakterial biasanya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Staphylococcus aureus adalah penyebab folikulitis bakterial terbanyak. Ini juga menyebabkan sikosis, yaitu infeksi kronis yang melibatkan seluruh folikel rambut. Selain itu spesies streptococcus, pseudomonas, proteus dan bakteri coliform juga menjadi penyebab folikulitis bakterial.

Folikulitis bak panas adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh patogen Pseudomonas aeruginosa. Penyakit ini sering disebabkan karena kondisi yang tidak sehat di spa. Patogen yang teridentifikasi dalam folikulitis gram-negatif termasuk Klebsiella, Enterobacter, dan spesies Proteus. Jenis folikulitis ini kadang-kadang menyerang orang yang menerima perawatan antibiotik untuk jerawat dalam jangka panjang. Beberapa infeksi folikel dangkal secara spontan bisa sembuh sendiri. Namun, infeksi bakteri seperti impetigo, furunkel, karbunkel dan  folikulitis bak panas tidak dapat sembuh sendiri secara spontan dan umumnya membutuhkan terapi resep. Semua infeksi ini biasanya didiagnosis melalui presentasi klinis, setelah faktor-faktor yang mempengaruhinya diidentifikasi dan disingkirkan.

Folikulitis jamur

Seperti namanya folikulitis jamur ini disebabkan karena infeksi jamur. Infeksi jamur dangkal ditemukan di lapisan atas kulit, infeksi jamur dalam menyerang lapisan kulit yang lebih dalam. Infeksi dari folikel rambut juga dapat menyebar ke dalam darah atau organ dalam.

Jamur Dermatophytic , jamur Pityrosporum dan folikulitis ragi kandida adalah penyebab utama folikulitis jamur. Folikulitis dermatophytic paling sering disebabkan oleh spesies zoofilik, yaitu spesies jamur yang menunjukkan daya tarik atau persamaan dengan hewan. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintil folikuler di sekitar plak eritematosa berwarna merah yang mengeras. Penetrasi jamur yang dalam menyebabkan peradangan yang tinggi dan menentukan besarnya kerontokan rambut yang terjadi akibat infeksi.

Tinea capitis atau kurap kepala adalah bentuk terpenting dari folikulitis dermatophytic pediatrik. Gambaran klinis tinea capitis bervariasi tergantung pada spesies yang menyebabkan infeksi. Biasanya, ada alopecia parsial dengan jumlah peradangan yang bervariasi. Pada varian non-inflamasi, yang diamati adalah luka asimetris pada rambut yang patah sepanjang 1 sampai 3 mm. Radang ringan dengan pengelupasan kerak bisa diamati dengan pemeriksaan hati-hati.

Reaksi peradangan yang paling parah disebut kerion dan menghasilkan banyak bintil bertebaran yang menyakitkan. Luka ini dapat menyebabkan kerontokan rambut yang parah dan meninggalkan bekas luka ketika penyakit ini berada di stadium lanjut. Diagnosis tinea capitis dihasilkan dengan mengidentifikasi organisme pada rambut yang terinfeksi di bawah mikroskop. Diagnosis sering dikonfirmasi oleh budaya.

Tinea Barbae adalah infeksi dermatophytic dangkal yang terbatas pada area wajah dan leher yang biasa ditumbuhi jenggot dan secara eksklusif terjadi pada pria remaja yang lebih tua dan orang dewasa. Presentasi klinis tinea barbae yang termasuk folikulitis dalam, radang papula merah dan pustula dengan eksudasi, menjadi kerak dan membuat rambut rontok. Dua spesies utama yang menyebabkan infeksi adalah T. mentagrophytes dan T. verrucosum. Folikulitis Pityrosporum disebabkan oleh ragi Pityrosporum yang menghasilkan letupan yang rasanya gatal. Lukanya berbentuk bintil folikuler berwarna kemerahan dan biasanya berada di punggung bagian atas, bahu dan dada. Folikulitis Candida disebabkan oleh spesies Candida, jamur yang tersebar di mana-mana dan paling sering mempengaruhi manusia.

Folikulitis Virus

Folikulitis Virus melibatkan berbagai infeksi virus pada folikel rambut. Infeksi karena virus herpes sederhana (HSV) sering berubah menjadi luka berbintil atau borok, dan akhirnya  menjadi kerak. Infeksi yang disebabkan oleh kontagiosum moluskum mengindikasikan sebuah imunitas tertahan yang bermanifestasi sebagai papula berwarna keputihan dan gatal yang berada di daerah jenggot. Ada juga beberapa laporan tentang folikulitis yang disebabkan oleh infeksi herpes zoster.

Folikulitis Parasit

Parasit yang menyebabkan folikulitis biasanya adalah patogen kecil yang bersembunyi di dalam folikel rambut untuk tinggal atau bertelur di sana. Kutu rambut seperti demodex folliculorum dan demodex brevis adalah penghuni alami pada folikel pilo-sebaceous manusia.

Olahraga dan kesehatan