Faktor-Faktor yang Menyebabkan Hypothyroidism

joomplu:385Hypothyroidism (produksi hormon tiroid/kelenjar gondok yang tidak memadai) adalah suatu kondisi medis khusus yang menyerang sekitar 3% sampai 5% dari populasi. Hal ini ditandai dengan adanya kekurangan hormon tiroid yang secara langsung atau tidak langsung melibatkan kelenjar tiroid. Berikut ini adalah beberapa faktor utama di balik Hypothyroidism.

Salah satu penyebab utama dari Hypothyroidism adalah penyakit keturunan bernama tiroiditis Hashimoto. Ini adalah gangguan autoimun dimana sistem kekebalan menyerang kelenjar tiroid. Karena serangan itu, kelenjar tiroid membesar dan kemampuan untuk membuat hormon tiroid akhirnya menurun. Wanita rentan terkena tiroiditis Hashimoto 5-10 kali lebih besar daripada pria, sehingga membuat mereka lebih mudah terserang hypothyroiditis.

Kekurangan yodium juga dapat mengakibatkan tiroid tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Yodium merupakan komponen utama yang penting dalam tiroksin hormon tiroid dan triiodothyronine. Oleh karena itu jika kita kekurangan yodium dalam tubuh, hal itu bisa menyebabkan masalah pada produksi hormon-hormon penting ini.

Satu lagi alasan di balik Hypothyroidism adalah kondisi kelenjar tiroid yang ada hubungannya dengan tiroiditis limfositik. Sebuah sel darah putih yang disebut limfosit menyebabkan peradangan pada kelenjar tiroid. Hal ini sangat sering terjadi setelah kehamilan, yang menyerang 8% dari wanita yang baru melahirkan. Penyakit ini dimulai dengan fase hipertiroid dimana kelenjar tiroid meningkatkan jumlah produksi hormon tiroid. Hal ini disertai dengan tahap hipotiroid yang bisa berlangsung hingga setengah tahun.

Ironisnya, beberapa pengobatan medis juga dapat mengakibatkan hypothyroidism. Iodine-131, sebuah radioisotop dari yodium yang digunakan untuk menjaga kondisi tiroid yang dinamakan penyakit Graves, bahkan bisa merusak kelenjar tiroid. Obat lain seperti methimazole dan propylthiouracil yang digunakan untuk menyembuhkan hyperthyroidism juga dapat menyebabkan tiroid tidak aktif. Lithium dan obat-obatan psikiatri yang mempunyai kadar yodium tinggi seperti amiodarone dan iodida kalium juga dapat mengubah fungsi tiroid, yang akhirnya mengakibatkan terjadinya hypothyroidism.

Hypothyroidism yang secara tidak langsung melibatkan kelenjar tiroid disebut hypothyroidism sekunder dan tersier. Hal ini terjadi ketika ada masalah dalam kelenjar di bawah otak dan hipotalamus secara berturut-turut, dimana keduanya tidak dapat mengirimkan sinyal pada kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon yang memadai. Hal ini terjadi ketika kelenjar di bawah otak tidak bisa mengeluarkan TSH (thyroid stimulating hormone/hormon yang merangsang tiroid), karena adanya tumor pada kelenjar pituitari atau hipotalamus.

Penyakit yang menyebabkan Kondisi hipotiroid

Hyporthyroidism adalah masalah medis yang ditandai dengan terbatasnya produksi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid. Meskipun kekurangan yodium dapat menyebabkan gangguan ini, kebanyakan hal itu adalah akibat dari gangguan yang mendasarinya. Kebanyakan penyebabnya adalah penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang area tubuh seseorang, yang dalam kasus hypothyroidism ini adalah kelenjar tiroid. Hypothyroidism adalah masalah kesehatan yang sangat penting karena mencakup sistem lain dalam tubuh. Berikut ini adalah beberapa kondisi kesehatan yang biasanya dihubungkan dengan hypothyroidism.

Penyakit Graves adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya hyperthyroidism, yaitu suatu kondisi yang berlawanan dengan hypothyroidism, dimana kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan. Orang yang terkena penyakit Graves memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi normal yang menciptakan antibodi yang bertindak seolah-olah seperti TSH, dan akhirnya menyebabkan kelenjar tiroid terlalu banyak berproduksi. Pengobatan penyakit Graves memerlukan penggunaan obat antitiroid, yodium-131 ​​(radioisotop yodium), atau tiroidektomi, yang dapat menghambat atau menghilangkan kelenjar tiroid dengan efektif. Akibatnya akan terjadi suatu keadaan hipotiroid pada mereka yang memiliki penyakit Graves '.

Kondisi autoimun lain yang berhubungan dengan hypothyroidism adalah tiroiditis Hashimoto. Ini adalah penyebab hypothyroidism yang paling sering terjadi di Amerika Utara. Dalam penyakit ini, sistem kekebalan tubuh langsung menyerang kelenjar tiroid yang dianggap sebagai benda asing dan menghancurkannya. Dalam hal ini, antibodi seperti leukosit mengganggu reseptor peroksidase tiroid, thyroglobulin, dan TSH. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan dan kerusakan kelenjar tiroid yang akhirnya menyebabkan terjadinya kondisi hipotiroid. Ada juga teori yang mengatakan bahwa terjadinya kondisi ini adalah karena faktor genetik

Kondisi autoimun lain yang juga dihubungkan dengan hypothyroidism adalah penyakit Addison. Penyakit Addison adalah sebuah masalah endokrin dimana kelenjar adrenal tidak memproduksi kortisol dan aldosteron dalam jumlah yang memadai. Kadang-kadang, gangguan ini berkembang bersama dengan tiroiditis Hashimoto. Kondisi ini disebut sindrom Schmidt. Selain gejala penyakit Addison dan tiroiditis Hashimoto, orang yang mengalami sindrom Schmidt juga bisa menderita kekurangan immunoglobulin A, vitiligo, sarkoidosis, diabetes tipe 2, alopecia, myasthenia gravis, penyakit Graves, aplasia sel merah murni, atau anemia pernisiosa.