Tentang kesehatan

Angka Harapan Hidup untuk Penyakit Gagal Jantung Kongestif

must_know_information_from_wind_energy_facts_enGagal jantung kongestif (CHF/congestive heart failure) adalah sebuah kondisi yang mengancam jiwa. Jantung tidak mampu lagi memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Ini adalah kondisi jangka panjang yang kronis, walaupun dapat terjadi secara tiba-tiba.

Ketika pertama kali didiagnosis terkena gagal jantung kongestif mereka seringkali ingin mengetahui berapa angka harapan hidup untuk penyakit tersebut. Beberapa tahun yang lalu angka harapan hidup bagi penderitanya adalah sekitar lima tahun. Tetapi dengan adanya kemajuan terbaru

dalam bidang medis angka tersebut menjadi naik. Gagal jantung kongestif dapat mempengaruhi sisi kanan atau kiri dari jantung atau keduanya. Ketika jantung memompa darah yang sudah kehilangan efisiensinya, darah tersebut akan dialirkan kembali ke area-area lain seperti hati, kaki bagian bawah dan paru-paru. Darah yang tidak banyak mengandung oksigen tersebut dapat merusak jaringan pada organ-organ itu. Kerusakan ini mengurangi kemampuan mereka untuk berfungsi dengan baik.

Penyebab paling umum dari gagal jantung kongestif adalah tekanan darah tinggi atau penyakit arteri koroner dan rusaknya otot jantung. Misalnya, jika Anda pernah mengalami serangan jantung dan otot jantung Anda rusak, maka kerja jantung dalam memompa darah tidak akan efisien.

Faktor lain yang mempengaruhi angka harapan hidup untuk penyakit gagal jantung kongestif adalah usia pasien ketika penyakit ini didiagnosis untuk pertama kalinya. Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang yang berusia lanjut, obesitas, memiliki diabetes, perokok, pecandu alkohol atau pemakai narkoba terutama kokain.

Ada beberapa gejala gagal jantung kongestif yang dapat dijadikan petunjuk bagi Anda dan dokter agar segera dilakukan evaluasi dan pengobatan. Anda dapat melihatnya dari bertambahnya berat badan (biasanya berasal dari meningkatnya retensi cairan) atau kaki dan pergelangan kaki yang membengkak. Bahkan perut Anda juga dapat membengkak yang terjadi karena berkumpulnya cairan. Anda mungkin kehilangan nafsu makan atau sering merasa mual dan muntah. Yang paling umum, mereka mengalami sesak nafas, sulit tidur tanpa bantal untuk mengangkat kepala mereka, kelelahan, atau denyut nadi yang tidak teratur. Gejala lainnya adalah batuk yang kronis dan sering buang air kecil di malam hari.

Sama seperti jenis penyakit lainnya, gejalanya bisa ringan, sedang dan berat. Pasien gagal jantung kongestif ringan mungkin tidak menunjukkan gejala-gejalanya kecuali mereka terkena infeksi atau anemia, yang juga dapat menekan sistem kardiovaskular.

Dokter baru dapat memberikan perkiraan tentang angka harapan hidup untuk penyakit ini setelah melakukan pemeriksaan dan pengujian fisik untuk menentukan tingkat keparahan yang diderita oleh pasien. Pemeriksaan tersebut dapat menunjukkan adanya detak jantung yang tidak teratur, urat leher yang menggelembung, hati/liver yang membesar serta kaki atau pergelangan kaki yang membengkak. Tekanan darah akan diukur dan jika dokter mencurigai adanya gagal jantung kongestif, maka akan dilakukan USG untuk mengukur ukuran jantung dan memperkirakan fungsinya apakah masih berjalan dengan normal.

Angka harapan hidup untuk penyakit gagal jantung kongestif akan meningkat apabila diterapkan perlakuan yang tepat. Perlakuan ini diantaranya adalah menurunkan berat badan, mengobati tekanan darah tinggi, mengurangi asupan garam, minum obat untuk memperkuat otot jantung, berhenti merokok, beristirahat dengan cukup dan tetap aktif atas persetujuan dokter.

Jika perubahan gaya hidup saja belum cukup dalam membantu otot jantung untuk memompa lebih kuat, dokter bisa memberikan obat yang berbeda seperti inhibitor ACE untuk membuka pembuluh darah dan mengurangi beban kerja pada jantung. Obat diuretik akan membantu tubuh Anda untuk menyingkirkan cairan dan garam yang berlebihan. Obat digitalis juga akan membantu meningkatkan kekuatan otot jantung dan beta-bloker akan sangat membantu bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit arteri koroner.

Pasien gagal jantung kongestif akut mungkin memerlukan rawat inap dan terapi oksigen. Obat diberikan melalui infus untuk menopang jantung dan membantu mengeluarkan cairan dari tubuh sehingga beban kerja jantung akan berkurang.