Para Ahli telah Temukan Cara untuk Mendiagnosa Gejala Awal Alzheimer

Para Ahli telah Temukan Cara untuk Mendiagnosa Gejala Awal AlzheimerPasien Alzheimer secara virtual akan meningkat dua kali lipat dalam waktu singkat di Amerika. Tidak, tidak ada semacam wabah Alzheimer yang terjadi, itu hanya rekomendasi baru dari National Institutes of Health. Rekomendasi baru itu (dan hal itu juga telah disokong oleh US Health Authorities) meminta dokter untuk mencoba mendiagnosa orang yang berisiko terkena Alzheimer sebelum mereka terjangkit demensia. Untuk pertama kalinya dalam 25 tahun, penetapan medis ini mempunyai standar baru yang harus digunakan oleh dokter dalam menemukan gejala awal Alzheimer.

Dokter telah menyadari bahwa dalam mendeteksi gejala awal Alzheimer pada pasien, akan jauh lebih bermakna jika mereka memiliki terminologi khusus untuk hal itu, sehingga pasien dan profesional akan

bisa membedakan antara diagnosa semacam ini dengan diagnosa yang menemukan gejala-gejala yang mendekati Alzheimer. Begitu juga dengan terminologi khusus yang telah diberikan kepada mereka. Sekarang para dokter akan menyebutnya Alzheimer praklinis jika gejala yang mendekati Alzheimer tersebut belum memiliki kesempatan yang bisa menyebabkan hilangnya memori atau gangguan berpikir lainnya. Di dalam tahapan ketika pasien mulai menunjukkan gejala-gejala Alzheimer, sekarang dokter akan menyebutnya sebagai gangguan kognitif ringan.

Jadi mengapa dokter ingin mendeteksi gejala awal Alzheimer dengan cara ini? Selama bertahun-tahun, dokter telah menyadari bahwa Alzheimer adalah penyakit yang memerlukan waktu satu dekade untuk menetap dalam diri seseorang. Penyakit ini mengambil alih seseorang dengan cara yang benar-benar bertahap, menghancurkan sel-sel otak yang digunakan untuk berpikir dan menyimpan memori. Dokter merasa bahwa ilmu kedokteran harus memiliki cara untuk mengenali keseluruhan proses dimana Alzheimer mempengaruhi seseorang, dan bukan hanya sebuah cara untuk mengenalinya setelah penyakit itu benar-benar sudah menetap dalam diri seseorang. Telah ada perkembangan penting selama bertahun-tahun dalam ilmu pengetahuan tentang bagaimana caranya untuk memahami Alzheimer, dan dokter merasa bahwa sudah waktunya perkembangan ini memiliki pengaruh terhadap bagaimana cara menangani Alzheimer.

Salah satu manfaat langsung dari deteksi awal Alzheimer semacam ini adalah bahwa pasien dan keluarga mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi cobaan berat yang berhubungan dengan penyakit itu nantinya. Mereka dapat menyiapkan uang, serta rincian tentang bagaimana merawat pasien dan sebagainya.

Para dokter berharap kebijakan deteksi awal Alzheimer itu akan berkembang ke tahap di mana terapi akan disetujui untuk menangani pasien semacam itu. Amerika memiliki sekitar 6 juta pasien Alzheimer, yang berarti 2% dari total populasi di negara itu. Setiap jenis pencegahan yang dapat dilakukan oleh dokter secara lebih dini adalah sebuah langkah yang dapat kita diterima.