Mengenali Gejala Alzheimer ; Tidak Semudah yang Kita Bayangkan

adang-kadang dokter juga bisa salah dalam mengenali gejala Alzheimer sama seperti orang awam. Lebih buruk lagi, satu dari dua orang yang diberitahu bahwa mereka telah terkena Alzheimer sebenarnya hanya mengidap jenis lain dari demensia yang tidak separah Alzheimer. Dalam dunia medis saat ini, sudah diketahui bahwa stroke dan hal-hal lain yang biasanya terjadi pada orang lanjut usia, dengan mudah dapat menyebabkan

jenis demensia yang disebabkan oleh Alzheimer. Tidak ada cara yang tepat untuk mengatakan satu jenis demensia terpisah dari yang lain tanpa benar-benar meneliti masalahnya secara mendalam, tanpa benar-benar membedah otak dan mencari luka di otak yang menunjukkan Alzheimer atau penyebab lain.

Dan bahkan seandainya dokter benar-benar membedah otak pasien untuk mencari adanya luka, mereka masih tetap menemui kesulitan. Setidaknya ada lima jenis luka yang bisa ditemukan , yang dapat menyebabkan demensia dan gejala lain dari Alzheimer. Karena banyak jenis-jenis demensia yang memiliki kemiripan dengan Alzheimer, luka yang menyebabkannya juga memiliki kesamaan. Bahkan, Anda dapat memiliki lebih dari satu jenis luka dan lebih dari satu jenis demensia pada waktu yang sama. Dokter akan betul-betul mengetahui kebenaran diagnosis mereka pada pasien hanya setelah pasien meninggal. Mereka akan melakukan otopsi pada otak dan akhirnya mengetahui bahwa pasien memang benar-benar terkena Alzheimer seperti yang mereka duga. Sekitar separuhnya, mereka juga menemukan bahwa pasien memiliki luka otak yang hanya disebabkan oleh serangan stroke.

Jadi apakah hal ini menjelaskan tentang diagnosa Alzheimer yang seringkali didapati tidak sesuai dengan kenyataan saat ini ? Untuk memulainya, kita tidak perlu melakukan perubahan ekstrim dalam cara kita memperlakukan pasien Alzheimer. Karena tidak ada obat yang benar-benar ampuh untuk Alzheimer. Lagi pula, tidak peduli apakah pasien terkena demensia atau Alzheimer, pengobatan yang ditawarkan untuk memperlambat perkembangan penyakit ini sepenuhnya adalah sama modelnya untuk kedua jenis penyakit ini. Namun demikian , hal ini bisa membantu bagi keluarga dalam mencari cara untuk merencanakan masa depan dengan kerabat yang terkena Alzheimer. Dan dengan mengetahui kebenaran juga akan membantu anggota keluarga lainnya agar tidak merasa khawatir bila pada suatu hari mereka terkena Alzheimer.

Pada akhirnya , para dokter juga  harus mengupayakan untuk  mencari cara untuk membaca gejala Alzheimer dengan benar. Perusahaan farmasi tidak akan pernah tahu seberapa efektif obat yang mereka produksi pada pasien Alzheimer, jika dokter tidak yakin siapa yang sebenarnya mengidap penyakit ini. Teknik terbaru yang telah dikembangkan untuk mendiagnosa Alzheimer mungkin dapat membantu. Teknik ini adalah scan otak yang menggunakan bahan pewarna untuk membawa luka yang berkaitan dengan Alzheimer ke permukaan, dan memang terbukti berhasil. Tes cairan spinal diketahui baik pula untuk digunakan. Semakin cepat kita mampu membaca gejala Alzheimer, semakin cepat pula kita akan menemukan cara untuk mengatasinya sehingga akan memberi ketenangan pikiran pada masyarakat.