Karbohidrat Baik dan Buruk

arbohidrat benar-benar diperhatikan dengan cermat akhir-akhir ini. Tubuh memerlukannya, tapi banyak orang bingung mana yang mereka harus dan dapat makan dan mana yang harus dihindari. Berikut ini pandangan yang lebih rinci mengenai kandungan karbohidrat.

Apakah karbohidrat?

Karbohidrat adalah nutrisi penting dalam diet. Digabungkan dengan lemak dan protein, ia membentuk sepertiga kebutuhan tubuh kita dalam sehari untuk diet yang seimbang. Karbohidrat memberikan serat, yang membantu mengurangi risiko kanker dan penyakit jantung. Makan karbohidrat yang tepat juga membantu mengatur berat badan.

 

[important color=orange title=Tergantung dari usia Anda, Anda memerlukan jumlah yang berbeda setiap harinya:]

Wanita: 25 gram

Pria: sekitar 40 gram

Wanita dan pria paruh baya: 20-30 gram[/important]

Namun tidak semua karbohidrat sama. Disinilah biasanya membingungkan kebanyakan orang. Mereka tahu mereka membutuhkan karbohidrat namun tidak tahu harus memilih yang mana.

Ada dua macam karbohidrat: sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana adalah makanan bergula seperti permen, gula yang diproses dan juga buah yang manis alami seperti stroberi, mangga, dan aprikot. Mereka memilki efek yang lebih nyata terhadap gula darah. Pernahkah Anda memperhatikan perasaan Anda setelah makan sepotong permen? Selama sekitar sejam Anda memiliki tenaga yang sangat besar namun kemudian Anda menjadi lesu. Itulah hasil dari turunnya gula darah. Satu-satunya cara untuk memperbarui tenaga itu adalah dengan lebih banyak gula.

Karbohidrat kompleks mengandung lebih dari sekedar gula. Ia mengandung serat. Tubuh memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencerna karbohidrat ini sehingga gula darah Anda tetap stabil sepanjang hari. Karena serat mengenyangkan, keinginan makan juga dapat dikendalikan. Anda akan merasakan mendapat lebih banyak tenaga sepanjang hari dibandingkan jika Anda mengonsumsi karbohidrat sederhana untuk tenaga yang singkat.

Jadi, darimana yang buruk dan baik berasal? Jika Anda pernah mendengar diet The South Beach Anda akan mengetahui indeks glikemik. Indeks glikemik mengukur bagaimana karbohidrat yang berbeda menaikkan kadar glukosa dalam darah. Karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi akan meningkatkan gula darah dan membuat Anda menginginkan lebih banyak gula.

Karbohidrat Baik

Saat memilih karbohidrat mana yang ingin Anda masukan dalam diet Anda, perhatikan kandungan seratnya. Makanan dengan serat lebih banyak akan memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna. Juga, saat lemak dimakan bersamaan dengan serat larut, serat mengikat sejumlah lemak dari makanan Anda dan dibuang sebagai kotoran. Itu kelebihannya.

Berikut ini beberapa contoh karbohidrat baik:

  • Sayuran berdaun hijau
  • Kacang polong
  • Gandum penuh
  • Buah (dalam jumlah yang sedang dan yang tinggi serat)

Karbohidrat Buruk

Karbohidrat ini mengandung banyak gula dan sedikit serat. Segala sesuatu yang terbuat dari tepung yang diproses masuk dalam kategori ini: roti putih, nasi putih dan pasta tepung putih. Proses tambahan mengurangi serat, meninggalkan hanya gula saja.

Kini setelah Anda lebih mengerti mengenai cara kerja karbohidrat, Anda dapat membuat pilihan yang lebih berpengetahuan saat memilih yang mana yang akan Anda makan.

Olahraga dan kesehatan