Aditif Makanan yang Paling Berbahaya

Aditif Makanan yang Paling Berbahayaapan terakhir kali Anda makan sayuran dalam bentuk aslinya? Bagaimana jika Anda makan makanan yang tidak ditaburi atau dituangi apapun di atasnya untuk meningkatkan rasa dari makanan tersebut? Apa yang sebenarnya Anda rasakan mungkin aditif makanan dan beberapa macam dari mereka tidak sebaik yang Anda pikirkan.

Dahulu kala, makanan disimpan didalam kotak atau lumbung yang berisi potongan-potongan es yang besar. Hal ini dilakukan untuk

mengawetkan makanan sampai makanan tersebut benar-benar akan dikonsumsi. Ketika garam dan gula ditemukan, mereka ditambahkan ke daging untuk "mengobati" daging sehingga daging tersebut akan tahan lama dan tidak perlu pendinginan. Garam dan gula adalah aditif makanan pertama, akan tetapi, dalam kasus ini, garam dan gula adalah aditif makanan yang alami. Gula berasal dari tebu. Garam ditemukan dalam bentuk batu di laut dan bawah tanah.

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, aditif makanan yang tidak begitu alami diciptakan dil aboratorium dan ditambahkan dalam makanan supaya memberikan sejumlah hal. Pertama, aditif makanan memberikan warna pada makanan. Orang lebih cenderung untuk makan makanan yang cerah dan terlihat berwarna-warni - terutama keripik, kue, biskuit dan sejenisnya.

Aditif makanan memberikan rasa. Aditif makanan ditambahkan ke makanan beku sehingga makanan tersebut akan mengundang selera makan kita ketika mereka keluar dari microwave atau oven.

Aditif makanan ditambahkan untuk memperpanjang umur simpan dari makanan. Kue bisa tetap terlihat baik dalam pembungkusnya selama berminggu-minggu karena adanya aditif makanan dalam kue tersebut.

Kebenaran tentang Aditif Makanan

Anda dapat melihat aditif makanan yang tertera di daftar bahan makanan (ingredients list) pada suatu produk makanan dan kebanyakan hanya berupa inisial. Mereka tidak ditulis dengan lengkap sehingga Anda tidak mengetahui secara pasti bahan-bahan tersebut, tapi kami akan membantu Anda untuk mengetahui apa yang sebenarnya Anda makan.

Banyak dari aditif makanan terbuat dari bahan kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan Anda dan keluarga Anda.

BHA

Ini adalah butylated hydroxyanisole. Zat ini membantu makanan agar tetap segar dan tidak berminyak. Anda dapat melihatnya pada label pembungkus keripik dan makanan berlemak lainnya.

MSG

Kita telah mendengar tentang monosodium glutamat selama bertahun-tahun. Ini adalah bumbu yang menjaga keawetan makanan. Tetapi juga meningkatkan tekanan darah dan dapat menyebabkan kejang, sakit kepala dan stroke. Bahan ini telah dihilangkan dari banyak saus dan bumbu, tetapi masih bisa dibeli sebagai MSG.

Aspartame

Anda mungkin mengenalinya sebagai pengganti gula NutraSweet. Bahan ini dapat ditemukan dalam minuman diet dan makanan yang mengatakan mereka bebas gula atau rendah gula. Anda tidak akan melihat penyebutan nama yang sebenarnya, tetapi Anda akan melihat label yang mengatakan "NutraSweet sebagai pemanis". Aditif makanan Ini telah menyebabkan tumor pada hewan dilaboratorium.

Trans fats (lemak trans)

Ini juga dikenal sebagai minyak terhidrogenasi parsial. Secara kimiawi, hal yang menjaga minyak cair agar tetap padat pada suhu kamar. Lemak ini digunakan untuk makanan cepat saji goreng dan juga ditambahkan ke proses pembuatan permen untuk memperanjang umur simpannya.

Olestra

Ini adalah pengganti lemak pada keripik dan makanan ringan lainnya. Mengonsumsi bahan ini terlalu banyak dapat menyebabkan kram dan kotoran berminyak.

Bahan-bahan tersebut diatas hanyalah beberapa jenis dari bahan aditif makanan yang berbahaya dan perlu diketahui sebelum Anda pergi berbelanja. Jika Anda tidak dapat mengenali bahan-bahan pada label suatu produk makanan, taruhlah kembali produk makanan tersebut.

Olahraga dan kesehatan