Tentang kesehatan

Hilangnya Kesadaran Sesaat (Absence Seizure)

absence seizure[dropcap color=blue cap=D]Disebut juga sebagai petit mal seizure, absence seizure terjadi dalam bentuk kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya di mana pasien kehilangan perasaannya selama beberapa detik. Kondisi ini umum terjadi pada anak-anak dan ditandai dengan terdiam menatap sesuatu. Dalam kasus ini, seseorang akan fokus melihat pada suatu objek atau tempat selama beberapa waktu sebelum akhirnya tersentak kembali ke realitas. Absence seizure adalah kondisi ringan dan ini membuat kondisi tersebut tampak kurang membahayakan dibandingkan[/dropcap]

seizure yang lain. Namun demikian, kondisi ini sebaiknya jangan diabaikan karena berpotensi membahayakan anak-anak, seperti tenggelam bila terjadi di kolam renang atau saat berendam di kamar mandi. Sangat penting untuk memastikan anak-anak yang memiliki kondisi ini untuk tidak ditinggal sendirian berlama-lama dan mereka harus dilarang untuk mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas berbahaya lainnya.

Absence seizure mungkin diobati dengan obat-obatan anti-seizure, yang akan membantu mengendalikan kekambuhan kondisi ini. Seiring dengan pertumbuhan anak-anak, mereka dituntut untuk mengatasi seizure ini, dan tuntutan ini seringkali muncul sejalan dengan mereka menjadi remaja. Penting untuk diketahui gejala-gejala yang menjadi karakteristik gangguan ini agar dapat mengambil tindakan terbaik untuk mengatasinya. Mereka yang menderita absence seizure akan memperlihatkan kebiasaan menatap sesuatu yang berlangsung beberapa detik tanpa bergerak sedikitpun. Beberapa diantaranya akan mengecap-ngecap bibir tanpa sadar untuk beberapa detik lamanya sebelum akhirnya mereka tersadar kembali ke aktivitasnya. Menggerak-gerakkan kelopak mata juga gejala umum lainnya dan kebanyakan orang akan melakukan gerakan mengunyah. Pada beberapa orang, akan terlihat sedikit gerakan telapak tangan pada kedua tangannya.

Dalam kebanyakan kasus, mereka langsung kembali normal dari mantra singkat ini, tetapi mereka tidak dapat mengingat apa yang terjadi. Fakta yang mengganggu tentang spasme ini adalah kondisi ini dapat terjadi beberapa kali sepanjang hari dan ini dapat mengganggu produktivitas seseorang dalam tugasnya sehari-hari.

Cara paling mudah untuk mengetahui seorang anak menderita absence seizure adalah adanya penurunan prestasinya. Ia akan gelisah di sebagian besar waktunya dan ini yang menyebabkan ketakutan. Disarankan untuk mencari nasihat dokter bila diketahui adanya kondisi abnormal ini. Belum ada laporan dokumen tentang apa penyebab dari absence seizure, namun kondisi ini telah dihubungkan dengan genetik. Hiperventilasi adalah hal lain yang dianggap memicu terjadinya seizure. Seizure ini berasal dari kerusakan di otak yang mengubah koordinasi akibat suatu neuron (sel syaraf) yang abnormal.

Ini menjelaskan ketiadaan respon otak, baik yang berbasis elektris maupun kimiawi. Otak menjadi tidak dapat berkomunikasi dengan tubuh dan ini menyebabkan seizure. Otak yang sedang dalam masa pertumbuhan rentan terhadap seizure jenis ini dan itulah mengapa kondisi ini sering terjadi pada anak-anak dengan umur antara 4-14 tahun. Pada saat mereka mencapai umur 18 tahun, sebagian besar dari mereka telah melampaui seizure ini dan kembali normal. Komplikasi yang menjadi ciri absence seizure mencakup kesulitan belajar dan absence status epilepticus, yaitu suatu kondisi hasil dari seizure yang berkepanjangan. Absence seizure akan ditangani oleh ahli syaraf yang berpengalaman dalam mengobati gangguan yang menyerang sistem syaraf ini.