Apakah Anemia Merupakan Pertanda Leukemia?

Apakah Anemia Merupakan Pertanda Leukemia?alah satu masalah kesehatan serius yang bisa saja dihadapi oleh semua orang ialah Leukemia. Alasan dari pernyataan tersebut yaitu karena leukemia memiliki angka kematian yang mengejutkan. Contoh yang menunjukkan betapa berbahayanya penyakit ini, pada tahun 2000 saja terdapat sekitar 20.000 orang yang menderita leukemia. Namun fakta yang paling merepresentasikan betapa penyakit ini sungguh mematikan ialah angka 81% dari 209.000 penderita berakhir dengan kematian. Walaupun penyakit ini terkenal di seluruh dunia, banyak orang yang masih tidak mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkannya.

Kebanyakan orang cenderung menyamaratakan masalah anemia dengan leukemia.

Penting untuk diketahui, walaupun anemia merupakan gejala dari leukemia, tidak berarti setiap orang yang terkena anemia juga menderita leukemia. Anemia adalah kondisi yang bisa terjadi meskipun tanpa harus menyertai kondisi serius lain yang mungkin saja berpasangan dengannya. Dalam kalimat sederhana, anemia merupakan suatu kondisi di mana seseorang memiliki kadar sel darah merah di bawah rata-rata. Hal ini berarti anemia dapat saja disebabkan oleh banyak faktor, tidak hanya sebagai gejala berbagai masalah kesehatan lainnya.

Karena anemia bukan satu-satunya gejala leukemia, cara terbaik untuk mendiagnosa dan mendeteksi leukemia ialah dengan berfokus pada gejala-gejala lainnya dan melihat dalam gambaran luas bagaimana anemia memainkan peranan dalam kondisi tesebut. Untuk melakukannya, seseorang harus tahu semua jenis gejala yang berkaitan dengan leukemia. Sebagian besar gejala yang berkaitan dengan leukemia dapat dilacak hingga ke akar permasalahan penyakit ini. Ketika seorang pasien menderita leukemia, tubuhnya akan memproduksi sel darah putih yang memiliki kelainan dan bersifat jahat, yang kemudian secara perlahan mengepung sel-sel darah lainnya seperti sel darah merah, sel darah putih normal, dan trombosit.

Perhatikan gejala-gejala berikut ini.

Gejala paling mencolok dari leukemia ialah penderitanya cenderung untuk mudah terluka.

Lebih jauh lagi, apapun jenis lukanya, tubuh akan mengalami kesulitan ketika hendak memulihkan luka tersebut karena trombosit telah terdesak oleh sel darah putih. Bahkan tusukan jarum kecil saja dapat membuat pendarahan berhenti dan baru pulih setelah beberapa hari lamanya.

Pasien yang menderita leukemia mudah tertular penyakit lain.

Hal ini dikarenakan sel darah putih jahat telah memenuhi tubuh dan mengepung sel darah putih baik, sehingga mengakibatkan tubuh menjadi rentan terhadap infeksi dari luar.

Leukemia menyebabkan penderitnya mudah merasa lelah.

Hal ini karena fakta bahwa perkembangan sel darah putih jahat akan menarik semua energi tubuh. Darah akan memiliki kadar oksigen rendah karena oksigen ini biasanya dibawa oleh sel-sel darah merah.

Leukemia biasanya dapat merubah warna kulit seseorang yang menderitanya.

Sel darah merah di dalam tubuh seorang pasien leukemia berkurang secara perlahan. Sel darah merah inilah yang mempengaruhi warna kulit seseorang menjadi kemerahan atau gelap. Ketika sel darah putih menguasai tubuh dan menekan sel darah merah, kulit penderita akan kehilangan warna tersebut dan mulai berubah menjadi kuning.

Pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat mengindikasikan kehadiran leukemia.

Oleh sebab itu, penderita leukemia biasanya mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di daerah rahang atau ketiak.

Penurunan berat badan, sebab tubuh gagal memproses nutrisi yang diperlukannya.

Produksi sel darah putih jahat yang berlangsung terus-menerus mengimplikasikan banyaknya energi tubuh dan nutrisi yang terbuang percuma pada proses tanpa akhir ini.

Kelelahan dan sakit kepala yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya adalah salah satu gejala leukemia.

Masalah ini akan meningkat saat sel darah putih mulai menginvasi sistem saraf pasien.

Kesemua gejala di atas dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dari masalah kesehatan fisik lain. Contohnya, kelelahan bisa saja merupakan hasil dari bekerja yang terlalu keras, sakit kepala mungkin karena adanya masalah pada penglihatan, dan penurunan berat badan bisa saja merupakan proses alami. Tidak mungkin gejala-gejala di atas yang berdiri sendiri akan menjadi pertanda kemunculan leukemia sebab mereka harus muncul dalam satu kelompok. Hal inilah mengapa anemia tidak bisa diartikan sebagai pertanda utama leukemia. Faktanya, terdapat pula situasi di mana leukemia tidak disertai gejala-gejala yang mengumumkan kehadirannya.

Olahraga dan kesehatan