Tentang kesehatan

Fakta dan Mitos Mengenai Kolesterol

[dropcap color=blue cap=M]edia masa telah sukses menanamkan pemahaman mengenai bahaya kolesterol. Namun mungkin hal ini agak berlebihan. Kolesterol dan semua yang berhubungan dengannya telah dibuat menjadi momok, yang pantas ditakuti dan dijauhi. Mari kita lihat bagaimana yang sebenarnya, sehingga[/dropcap]

bisa membantu kita mengenal kolesterol lebih jauh lagi dan bisa membedakan mana fakta dan yang mana mitos.

Salah satu korban mitos kolesterol adalah lemak. Kasak-kusuk mengenai kolesterol membuat orang terburu-buru mengambil kesimpulan, bahwa salah satu cara menjauhi musuh dalam selimut ini adalah menjauhi segala jenis lemak. Tentu saja tidak ada yang bisa benar-benar lepas dari lemak walaupun sudah terpengaruh paradigma ini sehingga membuat orang berpikir betapa luar biasa sulitnya mengontrol kolesterol. Sesungguhnya, tidak ada ahli medis manapun yang menganjurkan untuk menjauhi lemak, malah tubuh mendapatkan sepertiga energi dari asupan lemak. Tubuh membutuhkan lemak untuk dapat berfungsi normal. Kita perlu mengetahui bahwa menjauhi lemak bukanlah saran medis yang sesungguhnya, itu hanya pengetahuan populer.

Salah satu mitos yang juga populer adalah lemak, berbentuk apapun, adalah sama. Hal ini sangatlah keliru. Lemak jenisnya bermacam-macam. Monounsaturated dan polyunsaturated, jenis yang ada di kacang-kacangan, minyak zaitun dan alpukat. Semua ini jenis lemak yang baik bagi tubuh karena menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Lemak jenuh yakni lemak yang ditemukan pada mentega, daging merah, kentang goreng, seluruh jenis makanan ringan, berbahaya bagi tubuh.

Jadi bagaimana sekarang ? Apa yang mesti kita lakukan ? Apakah kita mesti memeriksa informasi nutrisi kolesterol dan lemak di bungkusan setiap makanan sebelum membeli ? Sebenarnya itu ide yang bagus, tapi harus berpegang dengan kenyataan bahwa tidak semua yang ditulis itu benar. Ketika ditulis 0% lemak jenuh, kenyataan sebenarnya tidak demikian. Nol persen berarti “jumlah yang sedikit, dan masih bisa berbahaya bagi tubuh manusia”. Ketika iklan berkata “rendah lemak”, hal itu tidak sepenuhnya benar. Pabrik biasanya menggunakan bahan-bahan lain yang penguat rasa yang hilang dari dikeluarkannya lemak. Anda masih mendapat kalori yang sama besar.